Pemuda Muhammadiyah Kendal Demo di Kantor Kejaksaan

0
316
  • Desak Kejaksaan Usut Tuntas Kasus Korupsi

Kendal – Sekitar 20 anggota Pemuda
Muhammadiyah Kendal, Kamis siang (24/2) melakukan demonstrasi di depan
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal. Mereka menuntut agar Kejari
Kendal dengan Kepala Kejaksaan yang baru, Sarjono Turin, bisa lebih
konsisten untuk mengusut tuntas kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di
Kabupaten Kendal.

Selain berorasi di depan kantor, beberapa
perwakilan Pemuda Muhammadiyah juga diberi kesempatan untuk audiensi
dengan Kajari di ruangannya.

“Presiden SBY sudah mengeluarkan
pernyataan, salah satu permasalahan yang mengganggu pertumbuhan ekonomi
adalah kasus korupsi, khususnya yang terjadi di daerah. Maka untuk itu
kami berharap kepada Kajari, selaku pimpinan di Kejaksaan Negeri Kendal
untuk mengusut tuntas adanya dugaan korupsi di Kebupaten Kendal ini,”
kata Taufik Husain, mantan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kendal
yang menjadi koordinator demo dalam orasinya.

Ditambahkan, di
Kendal ada beberapa kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oknum
pegawai. Di antaranya kasus CPNS 2010, dugaan pungli Pegawai Tidak
Tetap (PTT), dugaan mark up anggaran pengadaan motor dinas di DPPKAD
dengan anggaran APBD 2010, serta lanjutan kasus dugaan korupsi eks
terminal Weleri tahun 2003-2004.

“Dari catatan BPN, jumlah
pengangguran di Kendal meningkat. Bupati selaku pemimpin daerah sudah
berusaha dengan gigih untuk mengundang investor masuk ke Kendal.
Tujuannya untuk mengurangi angka pengangguran. Rencana ini jangan
sampai terjegal atas adanya korupsi oleh oknum-oknum di bawahnya. Babat
habis pelaku korupsi, demi kemajuan Kendal ke depan,” tegasnya lagi.

Slamet,
salah satu koordinator demo menambahkan, Pemuda Muhammadiyah mendesak
agar Kejaksaan mengusut tuntas semua kasus dugaan korupsi yang ada. Hal
itu demi memajukan Kendal ke arah yang lebih baik.

Sementara
Sarjono Turin, SH Kajari Kendal usai menyambut para demonstran
mengatakan, pihaknya menyambut baik dukungan pemuda Muhammadiyah dengan
memberi laporan ke Kejaksaan. Serbagai pejabat baru, dia akan berusaha
sebaik mungkin mengemban tugas jabatannya. Hal itu sebagai upaya
membangun Kendal, terutama melalui penegakan hukumnya.

“Kami akan
mempelajari dulu, beberapa dugaan kasus korupsi yang dilaporkan
teman-teman Pemuda Muhammadiyah. Namun yang jelas, kami tetap akan
mematuhi norma-norma hukum yang ada,” katanya. (SM)