Pelantikan Ortom Muhammadiyah Kota Semarang Periode 2020 – 2024

0
224

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Tapak Suci serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Semarang, menggelar pelantikan di Aula Rumah Dinas Walikota Semarang pada hari Sabtu pagi  (15/2).

Acara pelantikan tersebut melantik sejumlah 43 orang dari Pemuda Muhammadiyah, 30 orang dari Nasyiatul ‘Aisyiyah, dari 47 orang dari Tapak Suci, serta 23 orang dari Ikatan Pelajar Muhamamdiyah, yang dilantik oleh Ketua Wilayah Jawa Tengah dari masing – masing ortom.

Sementara itu, Masing – masing ketua Pimpinan daerah kota semarang terpilih yang dilantik diantaranya Suharno dari Pemuda Muhammadiyah, Ranum Ester Perdani dari Nasyiatul Aisyiyah, Dedy Achyadi dari Tapak Suci, serta Yasinta Tiara Azzahra dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah

“Sepirit Muhammadiyah senantiasa mengilhami setiap organisasi otonom dilingkungan Muhammadiyah. Demikian baik Pemuda Muhammadiyah, Nasiatul Aisiyah, Tapak Suci dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah lahir untuk membangun generasi yang tangguh untuk masa mendatang. Sebagai salah satu organisasi tertua dilingkungan Muhammadiyah  lahir pada tanggal 2 Mei 1932, Pemuda muhammadiyah bersama dengan ortom yang lain hadir sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah”.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Periode 2020 – 2024 , Suharno, ketika menyampaikan sambutan pada acara pelantikan.

Visi : Mempersiapkan kader dan generasi Muda kota Semarang untuk siap menghadapi tantangan dimasa depan yang lebih beragam, komplek, penuh dinamika dan berbagai kepentingan dalam rangka mencapai maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah.

Misi : Menjadikan gerakan dakwah amar ma’ruf  nahimungkar, gerakan keilmuan, gerakan sosial kemasyarakatan, dan gerakan kewirausahan sebagai tumpuan kegiatan dengan memahami setiap persoalan yang timbul  dan kebutuhan lingkungan dimana Pemuda Muhammadiyah melakukan karya amal nyata.

Pemuda Muhammadiyah kota Semarang bersama ortom yang lain  akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan masyarakat islam yang diidealkan oleh Muhammadiyah. Bagi muhammadiyah masyarakat islam itu adalah sebuah corak keberislaman yang “ wasatiyah” (tengahan) dengan format kebudayaan dan peradaban yang berkesinambungan. Muhammadiyah memandang perlunya sebuah masyarakat islam yang mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan. Kemajuan dalam pandangan Islam adalah kebaikan yang serba utama, yang melahirkan keunggulan hidup lahiriah dan rohaniyah ( Tanifidz keputusan muktamar ke 46 di Jogjakarta 2010”)

Dari kerangka berfikir rumusan muhammadiyah ini Pemuda Muhammadiyah bersama ortom Tapak Suci Nasiyatul Aisiyah, IPM dll memandang penting menanamkan nilai-nilai ke-Islaman yang menjadi falsafah Muhammadiyah kepada kader Pemuda Muhammadiyah berserta ortom lainnya di berbagai jenjang dalam berbagai forum pengkaderan. Hal ini dilatar belakangi oleh perkembangan varian keislaman yang diperaktekkan anak muda yang coraknya cenderung ke kanan atau bahkan ke kiri. Oleh karena itu menghadirkan kembali pikiran-pikiran otentik muhammadiyah mengenai keislaman adalah keharusan.

Kader Pemuda Muhammadiyah adalah kader umat dan kader bangsa yang harus senantiasa menyebarkan virus-virus kebaikan sebagaima slogan Pemuda Muhammadiyah “ Fastabiqul Khairat” berlomba-lomba dalam baikan. Kebaikan atau keshalehan dapat kita lakukan dengan 3 M ( Mulai dari hal-hal kecil, Mulai diri Sendiri Mulai Sekarang juga) di tempat kerja, di rumah dan dimasyarakat. Sehingga dengan demikian Pemuda Muhammadiyah bisa memberi kontribusi nyata pada warga masyarakat dan Pemerintah Kota Semarang.

Perahu “ Pemuda Muhammadiyah” ini adalah milik kita bersama. Bahwa harus ada yang jadi nahkoda, itu harus. Tetapi tidak boleh menafikan peran-peran lain yang memiliki fungsi strategis dan menentukan. Saya mengharapkan bahwa seluruh elemen yang berkiprah di Pemuda Muhammadiyah ini menjalankan peran-perannya dengan maksimal. Mari kita bergerak bersama, berjamaah agar lebih solid. Meminjam istilah Cak Nanto “ kalau bisa maju bersama mengapa harus sendirian”.