MDMC Jawa Tengah Bentuk Pos Komando Covid-19

0
283
virus corona
Flyer tentang Virus Corona, sumber : FB Persyarikatan Muhammadiyah

PWMJateng.com, Semarang. Terkait dengan perkembangan virus corona di Jawa Tengah dan penetapan kesiapsiagaan Muhammadiyah di tingkat nasional, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah membentuk gugus tugas Pos Komando Covid-19.

Ketua MDMC Jawa Tengah, Naibul Umam menyampaikan bahwa inisiasi ini murni karena eskalasi perkembangan penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, apalagi Gubernur Ganjar Pranowo sudah menyatakan ada beberapa orang yang saat ini teridentifikasi terkena virus yang di rawat isolasi di rumah sakit Tegal, Banyumas, Magelang dan Solo.

“Selain itu sebaga lembaga yang sudah berkali-kali menangani bencana maka situasi ini sudah masuk dalam kategori mengkhawatirkan dan masuk tahap siaga darurat, didorong oleh hal-hal tersebut maka selaku pimpinan MDMC Jateng mengambil langkah-langkah antisipatif,” katanya.

Lebih lanjut Naibul Umam mengatakan layaknya dalam mengelola bencana maka dalam kondisi siaga darurat disiapkan sebuah tim Pos Komando atau ICS (Incident Command System) yang sifatnya sangat fleksibel dalam menghadapi perkembangan situasi apalagi urusan Covid-19 ini pengalaman pertama kali dalam sejarah kebencanaan di indonesia.

Tugas ICS

ICS di tingkat wilayah hanya berfungsi sebagai pemantik terbentuknya ICS ditingkat daerah. MDMC Jawa Tengah tidak memberlakukan struktur ICS ini secara baku, sehingga saat ini hanya cukup dibentuk seorang koordinator tingkat daerah (Korda). Tugas pertama Korda melaporkan langkah-langkah MDMC Jawa Tengah ini kepada Pimpinan Daerah Muhahmmadiyah di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dan meminta petunjuk atau arahan dengan acuan surat MDMC Jawa Tengah.

Selanjutnya langkah-langkah taktis akan diambil dengan mengembangkan tugas-tugas non medis/non klinis karena urusan medis/klinis ini menjadi kewenangan MPKU dan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah (RSMA). “Tugas MDMC mendukung sosialisasi sadar bahaya Covid-19 dengan menyebarluaskan konten-konten berisi himbauan dan berbagai langkah dalam mengantisipasi serta menghadapi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Segmennya tentu keluarga besar Muhammadiyah di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” imbuh Naibul Umam lagi

ICS pun berkembang dengan perlunya tim kajian material kampanye/sosialisasi karena setiap waktu informasi Covid-19 terus berkembang termasuk karakteristik virus itu sendiri. Tim ini terdiri dari relawan Muhammadiyah yang memiliki pengetahuan memadai tentang Covid-19 dan mampu mendiseminasi kepada publik secara profesional.

Tidak tertutup kemungkinan ICS juga berkembang dengan perlunya call center untuk memberikan penjelasan kepada publik Muhammadiyah terhadap hal-hal yang masih menjadi pertanyaan tentang covid 19 secara langsung/online. Hal ini penting mengingat percepatan informasi harus dibarengi dengan percepatan reaksi dan aksi.

ICS terus memantau perkembangan dan menyusun langkah-langkah yang diperlukan termasuk menetapkan rencana kontinjensi bila masuk dalam tahapan tanggap darurat. “Semua yang dilakukan MDMC Jawa Tengah tersebut sebagai bagian kerja-kerja yang riil dibutuhkan,” pungkasnya. (Sapari)