Berita

Keperawatan Unimus Bekali Mahasiswa dengan Pelatihan BT&CLS

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Persatuan Perawat  Nasional Indonesia (PPNI) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan Program Profesi Ners Unimus bekerjasama dengan yayasan Ambulan Gawat Darurat (AGD)118 menggelar pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BT&CLS) bagi mahasiswa Profesi Ners. (14/3)

Pelatihan yang diikuti oleh 82 peserta dari  mahasiswa profesi ners unimus semester akhir tersebut  diselenggarakan selama 5 hari pada tanggal 10 – 14 Maret 2020, di gedung NRC Unimus.

Pada pelatihan ini, peserta diberikan pelatihan tentang kegawatdaruratan pada kasus-kasus trauma dan kasus-kasus cardiac.

Perawat sebagai tenaga kesehatan yang dituntut untuk selalu meningkatkan ilmu pengetahuan agar selaras dengan perkembangan tekhnologi terkini dalam bidang kesehatan yang memenuhi standart nasional dan internasional.

Pengetahuan dan skill yang berhubungan dengan BT&CLS menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang perawat.

Untuk itu program pendidikan profesi ners Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Unimus membekali mahasiswa dengan pelatihan BT&CLS.

Pelatihan BT&CLS merupakan salah satu implementasi visi dan misi program S1 Keperawatan dan Ners , yakni unggul dibidang keperawatan gawat darurat. Mengingat saat ini hampir semua instansi pelayanan kesehatan mempersyaratkan menyertakan sertifikat BT&CLS sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan, serta skill dalam bidang tersebut, yang juga sangat menentukan dalam penerimaan tenaga kerja.

Dikemukakan oleh ketua DPK PPNI Unimus Ns. Chanif, MNS, Unimus telah menjalin kerjasama dengan AGD 118 sejak 2004, karena AGD 118 sudah diakui secara nasional dan internasional. “Syarat kompetensi perawat harus menguasai BT and CLS yang di peroleh melalui pelatihan dengan penyelenggara pelatihan yang sudah terbukti. Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BT&CLS) ini bertujuan memberikan pembekalan bagi lulusan perawat yang akan bekerja terjun ke masyarakat karena kemampuan dasar penanganan pasien trauma menjadi syarat utama bagi perawat yang akan bekerja di rumah sakit, klinik maupun fasilitas kesehatan yang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPK PPNI Unimus, yang juga Kepala Program Diploma  (Kaprodi) DIII  keperawatan Unimus , Ns. Chanif.

“Kegiatan pelatihan BT&CLS sealur sesuai visi program studi S1 Keperawatan dan Ners yaitu unggul di bidang keperawatan gawat darurat. “Saat ini hampir semua instansi pelayanan kesehatan mempersayaratkan menyertakan sertifikat BT&CLS sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan dan serta skill dalam bidang tersebut juga sangat menentukan dalam penerimaan tenaga kerja” lanjutnya.

Pelatihan menghadirkan ada 7 trainer AGD 118 diantaranya 3 orang trainer internal yang juga menjadi dosen keperawatan Unimus. Ditambahkan oleh Ns. Chanif yang juga menjadi trainer dalam pelatihan ini bahwa peserta training mendapatkan materi tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Bantuan Hidup Dasar, Initial assesment, stabilisasi airway dan breathing, penatalaksanaan kegawatan kardiovaskuler, EKG, Resusitasi Jantung Paru (RJP), DC Shock,  penatalaksanaan trauma dan fraktur, manajemen syok dan keracunan, serta tabilisasi musculoskeletal dan Spinal Cord. “Kegiatan pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi manajemen bencana, karena Indonesia dikenal sebagai supermarket bencana. Diperluan perawat yang cekatan dalam penanganan kondisi kedaruratan akibat bencana” pungkasnya.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE