Masjid Darul Iman, Wujud Eksistensi Muhammadiyah Kota Pekalongan

0
545

Pekalongan – Setelah membutuhkan waktu selama 1 tahun kurang lima hari, akhirnya masjid Darul Iman di kompleks Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Noyontaan diresmikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Dien Syamsuddin, M.A. Sabtu, (15/5) lalu.
Masjid yang semula bernama Maulana Malik Ibrahim tersebut dirombak habis dan didirikan kembali oleh seorang wakif tunggal dari Adn, Yaman, Syech Muhammad.
Slamet Mahfudh, BA, Takmir Masjid Maulana Malik Ibrahim mengaku mendapat wakif asal Yaman tersebut dari seorang perantara bernama Nayyih, warga Pekalongan.”Sehabis sholat subuh waktu itu, Nayyih, menuturkan keinginannya untuk melihat masjid saya. Saya bilang saya tidak punya masjid, masjid ini milik panti asuhan”, tutur Slamet Mahfudh.
Slamet Mahfudh mengaku memang kenal baik dengan sang mediator tersebut dan tidak tau sebelumnya jika dia membawa seorang wakif, dan baru memberitahu setelah selesai melihat masjid dan memfotonya.
“Sebenarnya ada dua tempat yang dibidik, yaitu masjid panti asuhan itu sama satu tempat lagi di daerah Batang. Namun setelah diperlihatkan kepada sang wakif ternyata langsung cocok dengan Masjid Maulana Malik Ibrahim”, tutur Slamet.
Pembangunan masjid baru tersebut dipegang sepenuhnya oleh wakif dan mediator, pihak Muhammadiyah dan panti asuhan tidak mencampuri proses pembangunan. Takmir masjid hanya memberikan surat kuasa untuk merobohkan dan membangun kembali masjid tersebut. “Semuanya menggunakan azas kepercayaan”, imbuh Slamet Mahfudh.
Menurut Slamet Mahfudh, biaya pembangunan masjid tersebut mencapai 1,5 miliar rupiah, mulai dari desainnya sampai beberapa pernak-pernik masjid yang didatangkan langsung dari luar negeri.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekalongan, Hasan Bisri, S. Ag, menyatakan kebahagiaan dan rasa syukurnya yang mendalam karena sejak lama ia mempunyai impian bahwa persyarikatan Muhammadiyah Kota Pekalongan dapat mempunyai masjid yang besar, bagus dan dapat menjadi simbol perjuangan dan eksistensi organisasi Muhammadiyah di Kota Pekalongan.