Latihan Gabungan LPB-MDMC se-Jawa Tengah di Pemalang Diikuti 312 Peserta

0
612

PWMJATENG.COM, WONOSOBO- LPB-MDMC Wonosobo mengikuti latihan gabungan yang diadakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah melalui Bidang Lembaga Penanggulangan Bencana yang membawahi Muhammadiyah Disaster Management Center ( MDMC ) yang dilaksanakan pada Jumat-Ahad, 25-27 November 2016 di bumi perkemahan si Kucing Moga, Pemalang Jawa Tengah.

Dari LPB-MDMC Wonosobo mengirimkan 10 personel dan 7 pendamping sebagai bagian dari panitia kegiatan. Mereka terdiri dari sekolah 3 orang, NA 2 orang, IPM 1 orang, MDMC 1 orang,Medis 2 orang .

Latihan gabungan ini mengambil tema “ Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guna mewujudkan ketangguhan relawan menuju bangsa yang berkemajuan”.

Sekretaris LPB-MDMC Pusat Arif dalam sambutannya mengatakan “ Kita harus selalu meningkatkan kompetensi kita dibidang penanggulangan bencana dengan mengambil sertifikasi keahlian agar semakin terlatih dan mampu terjun disegala medan, tapi perlu di  ingat bahwa sertifikat itu tidak untuk mencari materi dan jabatan tapi digunakan sebagai pertanggung jawaban kita tas tugas yang kita emban sebagai relawan.”

“ Dan mari kita ciptakan negeri kita sebagai Laboratorium Pusat Penanggulangan Bencana sehingga bencana alam di negeri ini bisa terdeteksi sejak dini dan bisa diantisipasi kemungkinan-kemungkinan bencana lanjutan,” jelasnya.

LPB Muhammadiyah Pusat juga sudah mengeluarkan buku panduan Standar Rumah sakit Aman yang di  lisensi oleh BNPB, buku itu digunakan untuk sebagai bahan acuan dalam mendesain bangunan, serta management pengelolaan penanggulangan bencana di gedung Rumah Sakit

Dalam latihan gabungan ini melibatkan 312 peserta dari seluruh MDMC se jawa tengah, 50 relawan sebagai korban dari masyarakat sekitar, dan tidak kurang dari 25 mobil ambulan dari RS PKU Muhammadiyah se jawa tengah.

Dalam latihan gabungan ini para peserta di bagi dalam beberapa klaster diantaranya SAR, Phsycosocial, Dapur Umum, Management Posko dan Medis dari ke lima klaster hanya medis yang tidak boleh diisi oleh sembarang orang karena petugas medis harus  yang sudah mempunyai lisensi kedoketeran atau keperawatan.

Untuk meningkatkan ketrampilan penanganan bencana dalam latihan tersebut di berikan tiga simulasi yaitu simulasi penanganan pesawat jatuh, longsor dan banjir bandang akan tetapi karena cuaca yang tidak mendukung peserta hanya bisa mempraktekkan dua jenis simulasi.

“ Kita tidak usah mengeluh bahkan menjudge saudara kita yang tidak mau membantu dengan tenaga, pikiran maupun hartanya saat dibutuhkan dengan ucapan yang tidak baik karena pada saatnya nnti mungkin akan terbuka hatinya dan yang harus kita lakukan adalah sabar dan sabar. Relawan harus ikhlas, relawan harus percaya diri dengan kemampuannya ”Drs. Naibul Umam, M.Si, selaku Ketua MDMC Jateng menuturkan dalam sambutan penutupan.( Yohani, MPI )