Laporan dari Dieng: Kesiapsiagaan Ancaman Gas Beracun Kawah Timbang Gunung Api Dieng Banjarnegara

0
330

26  Mei 2011

I. Informasi Kunci

1. Kawah Timbang gunung api Dieng sejak tanggal 22 Mei 2011 mengalami peningkatan aktivitas vulkanik ditandai dengan intensitas kegempaan yang meningkat dan keluarnya gas beracun
2. Desa Sumberejo Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara adalah wilayah terdekat dengan sumber ancaman gas beracun
3. Mayoritas penduduk desa Sumberejo adalah warga Muhammadiyah (80%)

II. Gambaran Situasi

Pos pengamat gunung api (PGA) Dieng mencatat terjadi peningkatan aktivitas kegunungapian di Kawah Timbang sejak hari Ahad tanggal 22 Mei 2011 ditandai dengan terjadinya beberapa kali gempa yaitu pada :
1.Ahad Pagi 22 Mei 2011 jam 09.00 WIB
2.Ahad Malam 22 Mei 2011 jam 23.55 WIB
3.Selasa Malam 24 Mei Jam 21.00 WIB
4.Rabu Pagi 25 Mei 2011 jam 05.35 WIB
Aktivitas kegempaan tersebut memicu munculnya gas beracun yang membahayakan warga.
 
Pegunungan Dieng berada di ketinggian 2.565 meter dpl. Wilayahnya berada di 3 (tiga) kabupaten yaitu Banjarnegara, Wonosobo dan Batang. Dieng memiliki 26 kawah aktif yang berpotensi mengeluarkan gas beracun. Pengamatan gas beracun dilakukan terutama di 9 (Sembilan) kawah aktif yaitu  Kawah Condrodimuko, Kawah Sinila, Kawah Sikidang, Kawah Sibanteng, Kawah Sileri, Kawah Bitingan, Kawah Pagerkandang, Kawah Pakuwojo, dan Kawah Sigagah. Diantara sembilan kawah tersebut, yang paling rawan adalah Kawah Sileri dan Kawah Sinila karena pernah mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia.  Pada tahun 1979, Kawah Sinila mengeluarkan gas beracun yang menewaskan 149 orang. Sebelumnya pada tahun 1944 material Kawah Sileri menimbun 144 orang.
Kawah timbang (disebut juga kawah timbangan) dipasang sensor gas pada tahun 2001  karena terbukti banyak menghasilkan gas beracun sementara di sekitar tempat tersebut banyak petani yang bercocok tanam dan jaraknya tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk.
Desa terdekat dengan kawah Timbang adalah desa Sumberejo yang terdiri dari 3 dusun yaitu dusun Simbar, Serang dan Krajan. Dusun Simbar (130 KK) berjarak 600 meter dari sumber ancaman dan dusun Serang (150 KK) berjarak 900 meter dari sumber ancaman. Sedangkan dusun Krajan berjarak 1 km dari sumber ancaman.
Gas beracun kawah timbang pernah menelan korban jiwa 2 orang meninggal dunia saat mencari rumput di lapangan Sumberejo tahun 2002 yang lalu. Posisi lapangan sumberejo berada pada jalur gas beracun. Demikian pula jalan raya Dieng – Batur masuk di jalur gas beracun. Kini jalur utama tersebut telah diberi rambu-rambu tanda bahaya dan dijaga oleh aparat kepolisian.
Selain sumberejo, terdapat 2 desa yang perlu diwaspadai terkena gas beracun yaitu Pekasiran dan Pakisan yang berada di sebelah timur kawah timbang.
Saat ini pemerintah kabupaten Banjarnegara telah melakukan persiapan antisipasi dengan mendirikan posko di Kecamatan Batur. Menurut keterangan Aris Sudaryanto Kepala Kesbanglinmas kabupaten Banjarnegara, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat di tingkat Kecamatan pada hari Selasa 24 Mei 2011 yang lalu. Saat ini TNI dan Polri sudah berada di lokasi dan mempersiapkan kendaraan evakuasi. Namun demikian, menurut penuturan Aris, para tokoh masyarakat menghimbau agar tidak menimbulkan kepanikan warga, maka usaha sosialisasi peristiwa meningkatnya aktivitas kawah Timbang dan munculnya gas beracun ini dapat dilakukan dengan cara persuasive dan tidak demonstrative. Para tokoh menyarankan agar informasi peringatan dini dapat disampaikan melalui pertemuan-pertemuan di masing-masing RT/RW/ jamaah pengajian. Walaupun demikian, sarana informasi seperti pengeras suara di Masjid dan Mushola juga disiagakan bila diperlukan nantinya. 
Aris juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan beberapa titik untuk penampungan warga bila sewaktu-waktu harus evakuasi. Terdapat 5 lokasi yang diperkirakan mampu menampung warga Sumberejo yaitu :  1) SMA 1 Batur; 2) SMP 1 Batur; 3) Aula Kecamatan Batur; 4) Gor Balaidesa Batur; dan 5) SD 4 Purojiwo

III. Respon Muhammadiyah Jawa Tengah
LPB PWM Jateng menerima informasi terjadinya peningkatan aktivitas di kawah Timbang dari salah satu warga Muhammadiyah di PCM Batur pada hari Selasa 24 Mei 2011. Setelah mendengarkan informasi awal tersebut, LPB PWM memutuskan menunjuk saudara Amin Budi Santosa (salah satu pengurus LPB PWM yang berdomisili di Wonosobo) sebagai koordinator lapangan. Sejak rabu 25 Mei hingga hari ini, koordinator telah melakukan rapid assessment ke lokasi dan bertemu dengan beberapa pihak yaitu PCM Batur, PCM Sumberejo, Kepala Kesbanglinmas Banjarnegara dan petugas pengamat gunung api Dieng.
Beberapa hal yang menjadi perhatian saat assessement tersebut antara lain perlunya warga mempersiapkan perangkat mobilisasi dan evakuasi seperti emergency pack dan kendaraan evakuasi mandiri. Selain itu kebutuhan masker juga penting. Yang menarik adalah pengalaman Pak Tunut petugas pengamat gunung api Dieng yang bisa dijadikan lesson learnt seperti menggunakan masker yang dibasahi dengan air kopi dan penggunaan obor sebagai alat penanda adanya gas beracun.
Selain itu anjuran kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas terutama mengambil rumput dan ke sawah dalam jarak kurang dari 500 meter dari sumber ancaman kawah timbang.
Rencananya hari Jumat 27 Mei 2011 jam. 20.00 WIB, LPB PWM akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan Muhammadiyah setempat dan angkatan muda muhammadiyah untuk memastikan langkah-langkah antisipasi sekaligus sosialisasi kepada warga. 

III. Contact for Information

Kontak Person :
Koordinator lapangan : Amin Budi Santosa 081 328 757153

Pimpinan Muhammadiyah :
Firdaus Sekretaris  PCM Sumberejo 081327347396
Faizin PCM Batur 081328277795

AMM :
Furhan PCPM Batur 081327267981
Asrof Kades Batur 085293238011

(Kontributor: Naibul Umam)