Kepemimpinan Transformasional

0
51
Foto Hj. Isnawati Miladiyah, S.Ag., M.Pd. Guru MI Muhammadiyah Karanglewas Kidul

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Fenomena lembaga pendidikan (Islam), masih menjadi kajian yang menarik sampai saat ini. Di satu sisi ada lembaga pendidikan yang menggeliat, di sisi yang lain ada juga yang gulung tikar. Fenomena gulung tikar sebuah lembaga pendidikan tentunya berkaitan dengan beberapa faktor, baik faktor dari dalam maupun dari luar lembaga tersebut. Dalam hal tersebut, faktor kepemimpinan tentunya sangat menentukan jalan suatu lembaga pendidikan, apakah akan terus berjalan dan berkembang atau terhenti. Sebuah lembaga pendidikan salah satunya sangat tergantung pada pemimpinnya.

Kepemimpinan dalam dunia pendidikan merupakan hal yang sangat urgen dalam memajukan prestasi lembaga pendidikan serta untuk meningkatkan mutu pendidikan. Banyak lembaga pendidikan Islam yang muncul, tetapi ada juga sebagian yang mengalami kebangkrutan. Sehingga dibutuhkan suatu acuan bagi lembaga pendidikan Islam akan adanya model kepemimpinan yang dapat menjawab permasalahan itu.

Sebagai pemimpin pendidikan yang profesional, kepala sekolah dituntut untuk selalu mengadakan perubahan. Mereka harus memiliki semangat yang berkesinambungan untuk mencari terobosan-terobosan baru demi menghasilkan suatu perubahan yang bersifat pengembangan dan penyempurnaan, dari kondisi yang memprihatinkan menjadi kondisi  yang lebih dinamis, baik dari segi fisik maupun akademik, seperti perubahan semangat keilmuan, atmosfer belajar, dan peningkatan strategi.

Kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional harus memiliki visi yang jelas, memiliki gambaran holistik tentang bagaimana sekolah di masa depan ketika semua tujuan dan sasarannya telah tercapai. Fokus kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah komitmen dan kapasitas sumber daya manusia di sekolah, serta melibatkan usaha untuk melampaui kepentingan dirinya sendiri menuju usaha bersama demi tujuan kemajuan sekolah.

Mohamad Ali menyebutkan bahwa ada baiknya mengkaji tentang pemikiran-pemikiran Sodiq A. Kuntoro yang disebutnya dengan istilah “pendidikan transformatif”, kutipan gagasannya adalah sebagai berikut:

“Apa yang penting bagi praktik pendidikan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern dan global ini adalah kita membutuhkan landasan paradigma pendidikan yang bersifat transformasional, bukan praktik pendidikan yang bersifat transmisif dan transaksional. Pendidikan transformatif adalah pendidikan yang membangun perubahan pada diri anak, seluruh aspek kehidupan dirinya, perasaan, emosi, pikiran nilai-nilai, dan kepribadiannya yang mendorong untuk perbaikan kehidupan. Kegiatan pendidikan dan kegiatan belajar pad dasarnya adalah tidak terpisahkan dari dorongan untuk hidup dan perjuangan unuk dapat hidup, maka dalam diri anak selalu terdapat dorongan untuk belajar untuk mempertahankan kehidupannya.” (Kuntoro, 2011).”

Menurut pandangan Sodiq A. Kuntoro, kehadiran pendidikan transformatif dirasakan semakin mendesak sebagai strategi mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Rhenald Kasali, yang menjelaskan perlu pemimpin perubahan yang mempunyai visi besar. Memiliki visi yang jauh ke depan, dan pemimpin yang mampu menyiapkan SDM-SDM yang cepat beradaptasi dan responsif dalam menghadapi perubahan.

Kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah “pimpinan yang mampu membangun perubahan dalam tubuh organisasi sekolah sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan dengan memberdayakan seluruh komunitas sekolah melalui komunikasi yang terarah, agar para pengikut dapat bekerja lebih energik dan terfokus, sehingga pengajaran dan pembelajaran menjadi bersifat transformasional bagi setiap orang. Kepemimpinan transformasional memiliki indikator: Pembaru, memberi teladan, mendorong kinerja bawahan, mengharmoniskan lingkungan kerja, memberdayakan bawahan, bertindak atas sistem nilai, meningkatkan kemampuannya terus-menerus, dan mampu menghadapi situasi yang rumit.

Menurut Danim dan Suparno, kepemimpinan transformasional mengandung makna sifat-sifat pemimpin/kepala sekolah yang dapat mengubah sesuatu menjadi bentuk lain, contohnya mengubah motif berprestasi menjadi prestasi riil yang semuanya bergerak dari status quo ke dinamisasi organisasi, berupaya membangun kesadaran para bawahannya dengan menyerukan cita-cita yang besar dan moralitas yang tinggi seperti kejayaan, kebersamaan, dan kemanusiaan yang tidak hanya menjadi slogan yang bersifat verbalistik an sich, akan tetapi menjadi spirit substansial dalam organisasi/ lembaga pendidikan.

Dalam sejarahnya, madrasah pernah mengalami masa di mana masyarakat belum memahaminya sebagai lembaga yang setara dengan sekolah-sekolah binaan departemen pendidikan, untuk itu tentunya sangat sulit untuk menghantarkan madrasah menjadi sekolah-sekolah unggulan yang sangat diminati masyarakat.

Untuk menuju madrasah yang unggul diperlukan adanya kepala madrasah yang transformasional, karena di abad 21 ini, apabila madrasah masih biasa-biasa saja pasti akan menghadapi kegagalan atau kebangkrutan di masa depan. Kalau ditelusuri satu persatu pasti nantinya masing-masing kepala madrasah, terutama madrasah Ibtidaiyah memiliki model-model kepemimpinan yang berbeda-beda.

Di era transformatif sangat dibutuhkan seorang kepala madrasah yang memiliki jiwa kepemimpinan transformasional, karena apabila mempertahankan model lama yang lebih banyak mengedepankan otoritas dan status quo, hal ini semakin memberikan dampak buruk bagi dunia pendidikan.

Di Madrasah Ibtidaiyah sebuah kepemimpinan transformasional masih belum dikenal secara luas, karena istilah tersebut juga belum begitu terkenal, masih banyak yang menggunakan kepemimpinan secara apa adanya atau lebih mempertahankan kepemimpinan konvensional. Dengan Ilmu dan teknologi yang semakin canggih, menuntut seorang pimpinan untuk memiliki kemampuan melampaui para bawahannya, sehingga di Madrasah Ibtidaiyah dibutuhkan seorang kepala madrasah yang terbuka terhadap ilmu, selalu mencari ilmu dan memberikan semangat serta motivasi kepada para bawahannya.

Oleh : Hj. Isnawati Miladiyah, S.Ag., M.Pd.

Guru MI Muhammadiyah Karanglewas Kidul