Kedisiplinan Jadi Tolok Ukur Utama Keberhasilan Sebuah Institusi Pendidikan

0
59
Ustadz Nashirul Ahsan, Lc dari MBS Yogyakarta foto bersama santri putra, setelah memberikan motivasi kepada guru, ustadz, karyawan, wali santri dan PCM Slinga, Rabu (18/9).

PWMJATENG.COM, PURBALINGGA –  Mengawali pembiasaan disiplin, kadang harus merasakan suasana tidak nyaman. Tetapi ketidaknyamanan itu,bu apabila memiliki tekad yang kuat untuk perbaikan dan selalu istiqomah berproses, maka kesuksesan bukan hal yang sulit.

Selain kedisiplinan, adalah adanya program yang jelas. Program ini adalah jalur yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan. Seperti sebuah perjalanan menggunakan pesawat terbang. Maka harus ada program yang nyata dan terukur, seperti membuat paspor, mengurus visa, membeli tiket, menuju bandara dan boarding, berada dalam perjalanan, dan sampai di tempat tujuan. Para customer akan tertarik dan menitipkan anaknya di pesantren, akan melihat dahulu apa yang akan diterima oleh anaknya selama menempuh pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh ustadz Nashirul Ahsan, Lc dari MBS Yogyakarta pada acara motivasi dengan tema Sinergitas Staekholder PPMTQ Daarussalaam Slinga Purbalingga, Rabu (18/9) kemarin. Acara ini dilaksanakan di masjid Al Fatah kompleks PPMTQ Daarussalaam Slinga Purbalingga.

Hadir pada kegiatan tersebut, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Slinga, ketua Majlis Dikdasmen PCM Slinga, guru, ustadz, karyawan dan perwakilan wali santri.

Pada penutup paparan ustadz Nashirul Ahsan, beliau memberikan kesimpulan, bahwa pesantren itu memiliki jangkauan wilayah promosi yang sangat luas. Tidak ada anak yang jauh dari lokasi pesantren, memilih sekolah di madrasah kita, apabila hanya menyediakan pendidikan reguler. Mereka rela datang dan ingin belajar, tanpa berfikir jarak dan biaya yang besar, karena lembaga pendidikan yang dituju merupakan pondok pesantren. (*)