Kader progresif lupa jatidiri

0
76

Oleh : IMMawan Alvin Hermawan Faisal
Kabid Organisasi PK IMM Ar Rasyid IAIN kudus

Menjadi kader progresif adalah impian setiap kader IMM, berbagai buku umum telah banyak dibaca oleh kalangan mahasiswa muhammadiyah yang ada dalam ikatan, sehingga ketika membahas keilmuan umum dengan pergerakan lain para kader sangatlah lugas menjadikan kawan-kawan pergerakkan lain terperangah dan merasa sangat puas atas argumen yang diutarakan para kader IMM.

Yang seperti ini lah sangat dianjurkan, namun tanpa melupakan mereka itu siapa. Pada kenyataannya mereka yang terlalu asik berenang dengan keilmuan umum, mereka melupakan jati diri mereka sebagai kader imm, mereka hanyut bahkan tenggelam dalam arus keilmuan umum. Seakan lupa mereka di lahirkan dari rahim siapa, seolah mengkhianati yang telah melahirkannya. Hal tersebut sangat riskan sekali, ada hal yang sangatlah penting yang harus mereka ingat. Bahwa pondasi utama dan pondasi yang paling kuat adalah kita membentuk jati diri kita. Mereka lupa akan hal itu, pondasi yang kuat tak mereka bangun, ketika di intip dari dalam mereka bagai rumah yang rapuh, rumah yang tak ada pondasi. Sehingga sewaktu-waktu jikalau ada terpaan angin yang sangat besar tak akan roboh dan luluh lantah.

Fakta yang terjadi yang ada ditingkat komisariat banyak para pimpinan komisariat yang seperti itu, untuk masalah keilmuan umum sangatlah lugas pandai berargumen, seolah hafal bak diluar kepala. Namun mereka sangat minim akan hal keilmuan ke IMM an dan ke Muhammadiyah an. Inilah yang dimaksud penulis, yang seperti tak punya pondasi kapanpun angin datang menerpa mereka akan roboh. Sangatlah penting dalam membangun pondasi yang kuat.

Lantas siapa yang disalahkan? Tak perlu ada yang dikambing hitamkan, sehingga dapat memperkeruh keadaan. Marilah kita sebagai kader-kader yang mempunyai impian menjadi kader progresif mari kita bangun pondasi kita dari dalam dengan kuat. Sehingga ketika kita membangun rumah, jikalau ada terpaan badai tak akan roboh. (*)