Jangan Lewatkan, Diskusi “Keindonesiaan dan Kemuhammadiyahan” di Teras Gedung Dakwah PWM Jateng

0
663

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Malam ini, Rabu (6 September 2017) pukul 19.30 WIB, untuk kali pertama akan digelar diskusi Teras Singosari dengan tema “Keindonesiaan dan Kemuhammadiyahan” di teras Gedung Dakwah PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Jalan Singosari 33 Semarang, atau depan Rumah Sakit Roemani.

Akan hadir sebagai pembicara, yakni Drs. H. Tafsir MAg (Ketua PW Muhammadiyah Jateng), Dr. Ir. Sri.Puryono, KS. MP (Sekda Pemprov Jateng), dan Letnan Kolonel Infantri Wawan Indrayanto, mewakili Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, yang berhalangan hadir karena ada tugas di Gombong. Acara ini akan dimoderatori oleh Ketua MPI PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Teguh Hadi Prayitno, MM, MHum.

Ketua Panitia Diskusi Teras Singosari, Zaenal Arifin, SE, MSi, mengungkapkan, latarbelakang digelarnya diskusi tersebut yakni bahwa Bangsa Indonesia baru saja merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 72, 17 Agustus 2017 lalu. Segala pernak-pernik kegiatan mewarnai euphoria perayaan kemerdekaan di masyarakat.

“Dinamika gerakan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara turut pula menjadi bunga-bunga dalam membangun bangsa. Muhammadiyah, sebagai salah satu gerakan masyarakat juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan panjang merebut kemerdekaan,” bebernya.

Muhammadiyah, imbuhnya, telah melahirkan banyak tokoh yang ikut andil dalam membangun Indonesia. Namun, polarisasi kepentingan dan politik, tak jarang membuat posisi Muhammadiyah kadang dilematis dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Meski begitu, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Muhammadiyah berkewajiban untuk memberikan konstribusi dalam mengisi kemerdekaan.

Nah, berangkat dari pemikiran itu, Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPI PWM) Jawa Tengah, kemudian menggagas diskusi “Teras Singosari” dengan mengambil tema: Keindonesiaan dan Kemuhammadiyahan.

“Rencananya, diskusi ini akan digelar rutin tiap bulan, dengan mengambil tema dan narasumber berbeda-beda, tergantung konteks tema yang dibahas,” tegasnya.

Harapannya, dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat mampu memahami Indonesia dan Muhammadiyah secara utuh dalam bingkai NKRI.

Di sisi lain, hasil dari diskusi tersebut akan menjadi stimulus seluruh elemen masyarakat, baik itu praktisi, akademisi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, TNI dan Polri, serta organisasi masyarakat lainnya, bergerak dalam satu kesadaran Keindonesia yang bhineka tunggal ika.

“Momentum 17 Agustus 2017 lalu, kiranya dapat dijadikan spirit untuk tetap mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hal-hal yang positif dan berguna bagi masyarakat,” harapnya.

Adapun untuk peserta Diskusi Teras Singosari adalah masyarakat umum, akademisi, praktisi, pengamat politik, budayawan/seniman, mahasiswa, anggota ormas dan kepemudaan Muhammadiyah, dll. “Undangan sudah kita sebar sejak seminggu lalu, semoga mereka yang kita undang bisa hadir dan memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan bangsa ini,” ungkap Zaenal. (r aji)