Inovasi E-Infak Gairahkan Bersedekah dan Digemari Warga Sekolah

0
186

PWMJATENG.COM, SOLO – Sekolah Pendidikan berbasis Karakter, TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menghadirkan inovasi bagi warga sekolah untuk menggairahkan berdonasi.

Wakil Kepala Sekolah bidang al Islam dan Kemuhammadiyahan Ahmad Syaifuddin menyebutkan, saat ini sosialisasi bahwa E-infak mendukung sistem sekolah berbasis TIK dalam revolusi industri 4.0.

“Di Era digital penggunaan uang tunai sudah dikurangi, E-infak merupakan program pertama dalam institusi pendidikan yang sangat mendukung segmen merdeka belajar dalam hal peduli sesama,” kata Ahmad, Jum’at (7/2/2020).

Dia menuturkan E-infak melatih rasa peduli dan kepekaan untuk bergotong royong, kemandirian dan bertanggung jawab. Juga dapat menjadikan anak membuka pintu teknologi yang semakin pesat.

“Yang tidak kalah penting elektronik infak sebagai ittiba’ (mengikuti) dalam sunah rasul tentang perbanyaklah sedekah, dan berinfaklah yang terbaik,” papar Ahmad.

Dalam hal layanan pendidikan, terarah, terukur dan berkesinambungan, memperbaiki manajemen berbudaya mutu, maka Indonesia Development Achievement Foundation memberikan gelar “The Most Favorite Elementary Islamic School In Quality Education Program Of The Year 2019″

Dan meraih sekolah unggul se-Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan langsung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir di Semarang, maka Peningkatan kualitas baca tulis Al Qur’an guru, karyawan dan Siswa dari sisi Religius terus ditingkatkan.

“Peran AIK sebagai Pilar Utama Menuju Sekolah Islami Abad 21 yang sebenarnya, praktik keagamaan seperti Kultum pagi, Tadarus pagi, Penambahan jam pelajaran Al Qur’an, Jum’at Qur’ani,Takhasus, Salat Dhuha, lail, dan salat jum’at secara berjama’ah” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti mengatakan, Muhammadiyah berawal dari gerakan sangat lokal di Yogyakarta. Dan sekarang merambah ke tingkat internasional.

Muhammadiyah didirikan bukan hanya untuk umat muslim apalagi hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi untuk semua anak bangsa, maka sudah wataknya sebagai organisasi moderat, ruh berkemajuan itu tidak boleh hanya sekedar narasi semata tetapi dalam wujud inovasi dan amal saleh.

“Jadi Muhammadiyah itu memiliki amal usaha, salah satunya berupa pelayanan pendidikan, dan sangat cocok pemikiran dan kepeloporannya untuk bisa dinikmati, bisa diapresiasi dan dikembangkan tidak hanya jawa, Indonesia dan bisa dikembangkan di dunia internasional sebagai sekolah berkemajuan melalui gerakan elektronik infak,”terangnya sambil tersenyum. (Humas, Jatmiko)