Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Rumah Kader Ideologis. Refleksi Pra-Musywil XXI IPM Jawa Tengah

0
282

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah dinobatkan sebagai organisasi kepemudaan terbaik Jawa Tengah tahun 2014. Sebagai konsekuensi, IPM harus siap menjadi pusat rujukan organisasi kepemudaan lainya, seperti perangkat organisasi, administrasi, program kerja dan sumber daya manusianya. Konsekuensi Kedua, IPM ditantang untuk membuktikan kepada Pelajar Jawa Tengah bahwa IPM pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Konsekuensi ketiga, prestasi OKP terbaik Jawa Tengah harus berbanding lurus dengan fakta dan realita IPM di tingkatan daerah, cabang dan ranting. Jangan sampai prestasi tersebut menjadikan IPM disetiap lini ternina bobokan dan bermanja-manja ria. Maka kader-kader IPM harus benar-benar memegang ideologi erat-erat jika ingin mempertahankan prestasi selama ini. Sebuah organisasi tidak akan mudah silau dan terinfiltrasi dengan paham lain apabila kader-kadernya memegang ideologi dengan kuat.
Makna ideologi adalah seperangkat sisitem paham dalam sebuah gerakan untuk mencapai tujuan. Idelogi seperti apa yang harus di pegang erat oleh kader-kader IPM? Ideologi Muhammadiyah adalah dasar ideologi IPM. Ideologi Muhammadiyah secara subtansi (isi) terkandung dalam Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah serta Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, yang berisi tentang paham agama sekaligus pandangan serta strategi gerakan dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.
Tujuan IPM adalah terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tujuan mulia ini merupakan tujuan jangka panjang yang harus diterjemahkan dalam seluruh aktifitas organisasi. Ketidakmampuan menerjemahkan tujuan akan menjadikan kegiatan IPM tidak efektif.
Tujuan IPM tersebut mengandung empat poin penting. Pertama, Kader IPM harus bangga melabeli dirinya sebagai pelajar Islam yang taat. Kedua, Kader IPM harus memiliki semangat dalam mencari dan mengasah ilmu di manapun dan kapanpun. Ilmu adalah senjata yang dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun non formal. Ketiga, Kader IPM harus memiliki akhlakul karimah, sopan santun, sikap saling menghargai, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Keempat, Kader IPM sudah saatnya berani untuk mandiri dengan cara mencari bakat dan ketrampilan yang dimiliki, melihat realita dan fenomena pasar bebas dengan persaingan yang begitu ketat.
Semboyan 3 “T” yang merupakan semangat kader-kader IPM masih relevan untuk tetap di pegang erat-erat. “Tertib ibadah” mengandung maksud bahwa kader IPM menjadi contoh tentang hal ibadah. “Tertib belajar” kader-kader IPM selain sukses di organisasi juga harus sukses di bidang akademi. Kader IPM yang kini duduk di bangku menengah pertama dan atas harus menjadi teladan pada pelajar lainnya dalam urusan studi. “Tertib berorganisasi”, perlu dipahami bahwa organisasi IPM bukan tujuan melainkan rumah untuk berkarya, rumah untuk aktifitas dakwah, dan rumah untuk menyemai kader-kader Ideologis.
Momentum Musywil IPM sebagai perkaderan ideologis
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah segera melaksanakan Musyawarah Wilayah XXI pada tanggal 14 – 17 Mei 2015 di Kabupaten Magelang. Momentum besar ini selain ajang rutinitas dua tahunan, harus dimaknai sebagai momentum untuk menyemai ideologi kepada kader-kader IPM di Jawa Tengah.
Penulis merekomendasikan kepada Pimpinan Wilayah IPM periode selanjutnya untuk mengintensifkan perkaderan yang bersifat ideologis. Muatan materi perkaderan taruna melati (TM) perlu diperbanyak porsi penanaman ideologinya. Hal ini urgent, karena IPM merupakan organisasi otonom yang mengenalkan nilai-nilai Muhammadiyah pada level peralihan anak-anak menjadi dewasa. Pada anak usia tersebut perlu sebuah pondasi yang kuat berupa ideologi. IPM harus mengurangi porsi perkaderan yang bermuatan politis.
Besar harapan penulis, setelah pelaksanaan Musywil IPM di Magelang nanti, ini akan banyak muncul kader-kader IPM yang memegang teguh ideologi. Kader-kader yang tidak bosan dan acuh untuk menyemai virus ideologi kepada kader penerusnya secara berkesinambungan. Semoga IPM terus mengakar kuat sebagai organisasi pelajar terdepan, tidak mudah silau dan galau terhadap sesuatu yang bersifat sementara. JAYALAH IPM.

*Penulis: Teguh Anshori, Bendahara Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah