Haedar Nashir : Keluarga Sakinah Bukan Berarti Keluarga Tanpa Masalah

0
579
Ketua, seketaris dan bendahara PDNA Kendal, Dian Rahmawati, S.Pd.I (paling kanan), Eliana Eka Hutami, S.Pd.I Dip. Kmd dan Isnatun,S.Pd, Dip.Kmd berpose bersama ketua umum PP Muhammadiyah, ketua PDM Kendal dan wakil ketua PDM Kendal , Drs.H.Khaerudin Rais.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan anggota keluarga. Dari keluarga lahir generasi. Membina keluarga adalah tugas bersama dibawah kepemimpinan, imam keluarga agar kehidupannya senantiasa dalam lindungan Allah. Inilah keluarga sakinah, keluarga yang selalu diberikan ketentraman dalam hati, kedamaian dalam keluarga, dilapisi dengan kasih sayang dan mendapat rahmat dari Allah, namun dalam perjalanan mengarungi kehidupan keluarga bukan berarti keluarga sakinah tanpa ada masalah. Keluarga sakinah tetap masih ada masalah, tetapi dapat diselesaikan dengan sikap bijaksana.

Demikian kata ketua umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si  pada pengajian hari bermuhammadiyah Ahad (14/5) di komplek kampus STIT Muhammadiyah Patean, Kendal. Di hadapan ribuan jamaah pengajian beliau mewasiatkan pentingnya keluarga sakinah mawaddah, warahmah sebagai awal lahirnya generasi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si saat menyampaikan tausiah di hadapan warga Muhammadiyah Kendal dalam rangka hari bermuhammadiyah tingkat daerah

“ Generasi yang baik akan lahir dari keluarga sakinah, mawaddah warahmah yang di dalamnya ada proses pendidikan keluarga. Dalam keluarga diawali adanya pasangan suami istri cinta dan kasih sayang kemudian melahirkan keturunan yang menyejukkan hati dan diharapkan kelak menjadi pemimpin,“ kata Haedar.

Dalam pendidikan keluarga “ lanjutnya “ di era modern ini orang tua akan dihadapi berbagai macam persoalan, diantaranya adalah alat komunikasi, handphone. “Dengan handphone orang bisa tahu yang baik dan buruk, dengan alat komunikasi itu anak akan tau yang paling baik dan yang paling buruk,“ jelasnya.

Beliau berharap dalam bermuhammadiyah akan mendapatkan Islam kita lebih berkualitas dan menjadikan agama Allah sebagai landasan hidup .

“ Jadikan Islam sebagai pedoman hidup sampai kematian menjemput kita,“ tegas Haedar.

Pengajian hari bermuhammadiyah tingkat Daerah Kendal tersebut sebagai putaran ke dua  di tahun 2017 setelah di bulan Februari lalu bertempat di Kaliwungu.

“ Pengajian hari bermuhammadiyah sebagai momentum yang tepat untuk menegakkan dan meningkatkan semangat dalam bermuhammadiyah “ kata ketua PDM Kendal, H. Muslim. Menurut beliau semangat dalam bermuhammadiyah ditandai dengan kesediaan berinfaq, karena infaq bagi warga Muhammadiyah adalah tradisi dan tidak bisa dipisahkan dengan bermuhammadiyah.

Wakil ketua PWM Jateng Prof.Dr.H.Moh.Daelamy, SP yang turut hadir menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, karena STIT Muhammadiyah bisa menempati gedung baru.

“ Gedung yang lama di Weleri akan digunakan kembali oleh Akper Muhammadiyah Kendal untuk pengembangan lebih lanjut dengan mendirikan STIKES Muhammadiyah “ kata Daelamy. Menurut beliau selama STIT Muhammadiyah Kendal menempati gedung bar uterus dilakukan pembenahan dan perbaikan.

“ Bantuan dari berbagai pihak dan infaq dari jamaah akan kita gunakan untuk pembuatan pagar pembatas “ ujarnya.

Pengajian hari bermuhammadiyah tersebut sekaligus launching ma’had jami’ah, pesantren mahasiswa yang ditandai dengan dikenakannya songkok oleh ketua umum PP Muhammadiyah kepada salah satu mahasiswa baru. Pengajian juga dihadiri oleh warga Muhammadiyah Pekalongan Timur dengan armada 7 bus. (A.Ghofur/MPI Kendal)