Gubernur Jateng Resmikan Masjid Darussalam dan Layanan Pos Amanah Muhammadiyah Kutoarjo

0
809

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Bertempat di Komplek Halaman Masjid Darussalam Kutoarjo diselenggarakan penandatanganan plakat peresmian masjid Darussalam Kutoarjo dan Agen Layanan Pos Amanah Muhammadiyah Kutoarjo oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP.

Pendirian masjid Darusslam ini merupakan pusat aktivitas dakwah Islam di Kecamatan Kutoarjo. Selain masjid, juga telah berdiri terlebih dahulu lembaga pendidikan TK dan PAUD `Aisyiyah Kutoarjo sebagai wadah pendidikan anak usia dini yang unggul dan Islami. Setelah itu, guna mendukung ekonomi umat juga dirintis pada awal tahun ini unit usaha ekonomi Layanan Pos Amanah yang mana bentuk kerjasama antara Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutoarjo melalui Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan dengan PT Pos Kabupaten Purworejo dengan membuka agen guna melayani berbagai macam transaksi dan pembayaran seperti Tagihan Listrik, PDAM, Kredit, Asuransi, Online Shop, pembelian pulsa dan multi finance yang lainnya.

2302-ganjar-42302-ganjar-2

“Muhammadiyah Kutoarjo dalam musyawarah cabangnya mengamanahkan salah satunya untuk merintis penggarapan ekonomi umat. Untuk menjawab hal tersebut kami memulai dengan kerjasama dengan PT POS yang diberinama Layanan POS Amanah yang diharapkan dapat memberikan pelayanan pada umat terutama pada bidang ekonomi. Juga lembaga unit ekonomi ini nantinya akan menjadi 1 komplek dengan Masjid Darussalam yang pada kesempatan ini turut diresmikan dengan penandatanganan plakat. Sehingga gerakan yang ingin dibangun yaitu Layanan Umat dari Masjid Darussalam Kutoarjo kita membangun Iman, membangun jamaah dan membangun ekonomi umat” ujar Moh. Mansur Ketua PCM Kutoarjo dalam sambutan selamat datang.

Selain unit usaha tersebut, telah berjalan pula LAZISMU Kutoarjo kurang lebih 4 tahunan dengan dana yang terkumpul pada tahun lalu mencapai ratusan juta dan telah ditasyarufkan pada yang berhak baik dalam bidang pendidikan, dakwah maupun ekonomi. Adapun bentuk pentasyarufan dalam ketiga bidang tersebut berupa: beasiswa pendidikan untuk siswa SD, SMP baik Muhammadiyah ataupun umum; Pembentukan Kelompok usaha Barokah, Kelompok usaha 26 Safar Masjid Darussalam dan Kelompok Usaha Jumat Pahing dengan omset mencapai puluhan juta; dan pentasyarufan dalam dakwah bagi ustadz ataupun aktivitas dakwah terutama di kecamatan Kutoarjo.

“Selanjutnya selalu bergerak melayani umat dengan sebaik-baiknya menjaga kesatuan persatuan dalam wadah NKRI. Karena menurut Muhammadiyah juga NKRI harga mati. Harapan kami gubernur dan bupati dapat menjaga amanah dengan sebaik-baiknya dan dengan itu akan mendapatkan balasan berlipat ganda di akhirat kelak” tutupnya.

2302-ganjar-1

Dalam sambutannya Gubernur menekankan bahwasanya dalam bidang ekonomi harus mandiri agar dapat mempunyai hak atas nasib sendiri.

“Telah lahir tempat ibadah yaitu masjid yang bagus plus unit usaha yang merupakan wujud kemandirian. Seperti kata Bung Karno : Kita mesti BERDIKARI. Berdikari dalam bidang ekonomi. Mandiri tidak minta-minta, semua bekerja dengan jerih payah, dengan kekuatan yang ada. Sehingga Muhammadiyah punya kekuatan. Kemandirian itu mengganggu pikiran saya…. Apakah iya sebenarnya Indonesia ini tidak bisa mandiri ..?. Kalau kita mampu sendiri kan tidak bisa `dibeli` …. sebaliknya kalau tidak mandiri bagaimana bisa menentukan nasib sendiri. kalau bisa menentukan nasib sendiri maka apa yang kita hendaki semuanya akan masuk dalam koridor cita-cita keinginan yang kita maui” ungkap H. Ganjar Pranowo, SH., M.IP. dalam sambutannya.

Ditambahkan bahwa beliau mengikuti perkembangan Muhammadiyah terutama di Kecamatan Kutoarjo. Bahkan beberapa waktu lalu juga mengikuti agenda pusat bersama H. Hajriyanto Y. Tohari dalam salah satu kesempatan. Disampaikannya bahwa banyak terobosan –terobosan yang dilahirkan hingga sampai di tingkat cabang ini. Beliau bercerita pula bahwa tanah wakaf di Indonesia sangat luas belum dimaksimalkan yang mana berbeda dengan di Singapura dengan penduduk muslim yang tidak luas tanah wakafnya tapi dapat dimanajemen dengan professional dan menghasilkan pendapatan yang belum sebanding dengan yang kita miliki saat ini seperti tanah abang dan yang lainnya.

“Semoga bisa menjadi inspirasi organisasi yang lainnya dalam hal kemandirian ini. Selanjutnya, kader Muhammadiyah untuk terus lanjutkan belajar dan praktekkan entrepreneurship dan kejujuran yang dengan akan risih untuk melakukan praktek KKN. Risih korupsi, Risih Kolusi dan Risih Nepotisme. Selamat mudah-mudahan subur, makmur dan bermanfaat” pungkasnya.

(Akhmad musdani – Purworejo )