Fokuskan Peningkatan Kualitas Pelayanan, Ponpes Almatera Temanggung Hadirkan Narasumber Nasional

0
352
Bapak Sutomo, M.Ag, berdiri di sebelah kiri menjelaskan hakikat TQM kepada para guru dan karyawan Ponpes Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung di aula kampus I .

 PWMJATENG.COM, Temanggung – Sabtu (19/10), Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung (Almatera) melaksanakan pelatihan bagi seluruh civitas tenaga pendidikan dan pengajaran. Total Quality Management (TQM) ini ditujukan untuk peningkatan kualitas atau mutu pelayanan dengan menghadirkan  narasumber nasional TQM in Education Kemendikbud Sutomo.

Menurut wakil kepala direktur  bagian kurikulum Pesantren Almatera, Makmun Pitoyo, mengatakan, bahwa dunia pendidikan yang semakin cepat perkembangannya harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Sehingga semua yang terkait dituntut untuk pandai mensikapi atau  bijak  terhadap  perubahan dan perkembangan yang sangat dinamis ini, khususnya di bidang  pendidikan.

Objek pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari para siswa atau santri yang mengalami perkembangan secara dinamis merupakan obyek utama. Sebagai orang tua  yang bertanggung jawab dilingkungan pesantren atau sekolah dituntut untuk bisa mengarahkan objek pendidikan (siswa/santri) pondok/sekolah  dalam menghadapi/ menjawab tantangan yang semakin kompleks. Agar bisa memberikan arahan yang solutif maka dibutuhkan kualitas yang terbaik bagi pendidiknya. Oleh sebab itu TQM dilaksanakan di sini.

Diadakannya TQM   karena  mereka para santri/siswa  memerlukan pelayanan prima  dari  seluruh civitas pesantren sehingga kompleksitas tantangan zaman bisa disikapi dengan baik oleh para remaja khususnya  santri (siswa) di pesantren Almatera. “Majunya sebuah lembaga pendidikan, semua komponen yang terlibat di dalamnya terutama para guru/ustadz harus satu pemahaman dan satu komando,” ungkap Sutomo. “ Seorang Direktur atau pimpinan sekolah atau madrasah menjadi motor utama untuk memajukan  sekolah atau madrasahnya, jika tidak mempunyai kemampuan di bidangnya kecil kemungkinan untuk bisa memajukan lembaga yang dipimpin” lanjut beliau.

Di akhir materi yang membuka ruang dilialog guna memantapkan pemahaman para peserta TQM, setengah jam digunakan oleh para audient untuk menanyakan berbagai hal. “ Apakah seorang pimpinan atau kepala sekolah merupakan syarat utama untuk menjadi majunya sebuah sekolah atau madrasah,” tanya M Huda dan para peserta lain dengan kalimat yang berbeda. “Idealnya begitu, tetapi kerja tim dan sepemahaman meupakan prasarat yang harus dijiwai oleh para guru atau semua orang yang terlibat di dalamnya,” jawab beliau. Diadakannya TQM dimaksudkan untuk membangkitkan  dan menumbuhkan semangat  pelayanan  prima. Semangat mendidik,  mengajar, dan melayani  para santri atau siswa khususnya dan masyarakat luar dan lingkungan sekitar  pada umumnya serta semangat meningkatkan kualitas lembaga menuju lembaga yang berkualitas. (Media Center Almatera)