Dra. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, MM, M. Si, Ketua Umum PP Aisyiyah 2010-2015

0
315

YOGYAKARTA – Dra. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, MM, M. Si, akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah Periode 2010-2015 melalui rapat tertutup 13 PP Aisyiyah yang terpilih dalam Muktamar Aisyiyah Ke – 46 di Yogyakarta. Istri dari salah satu Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir tersebut akan didampingi oleh Sekretaris Umum, Dra. Hj. Dyah Siti Nuraini.
Dalam pemilihan PP Aiyiyah, Noordjanah Djohantini memperoleh suara terbanyak dengan jumlah 1289 suara, sedangkan Ketua Umum PP Aisyiyah Periode 2005-2010, Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno, hanya memperoleh 1091 suara.
Nama-nama yang masuk PP Aisyiyah Periode 2010-2015 antara lain:
1. Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si.
2. Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno
3. Prof. Dr. Hj. Masyithoh Chusnan, M.Ag.
4. Dra. Hj. Dyah Siti Nuraini
5. Dra. Hj. Shoimah Kastolani
6. Dra. Hj. Siti ‘Aisyah, M.Ag.
7. Dra. Hj. Nurni Akma
8. Dra. Trias Setiawati, M.Si.
9. Prof. Dr. Siti Muslimah Widiastuti
10. Dr. Hj. Atikah M Zakki, M.Ars.
11. Rohimi Zamzan, S.Psi., M.Pd.
12. Hj. Hadiroh Ahmad, S.Pd.
13. Dra. Hj. Susilahati, M.Si.

Dalam sambutannya, Noordjanah Djohantini mengatakan bahwa mandat sebagai ketua adalah melanjutkan program dan amanah secara kolektif dan kolegial, sesuai dengan sistem kerja Aisyiyah yang bersifat kebersamaan. Selain itu, dia juga akan berupaya meningkatkan profesionalisme dan komitmen setiap anggota Aisyiyah pada organisasi. Menurutnya, semua anggota Aisyiyah harus bisa profesional dan mempunyai komitmen yang tinggi, serta selalu berpatok pada ideologi gerakan yang membingkai mereka dengan sifat amar ma’ruf nahi munkar.
Program kerja yang akan dilakukan oleh PP Aisyiyah dalam waktu lima tahun ke depan akan tetap memasukkan usaha-usaha kemanusiaan dalam program kerja secara umum, misalnya masalah ketenagakerjaan yang di dalamnya mencakup masalah kekerasan, serta masalah tenaga kerja yang tidak mempunyai keterampilan.
Lebih lanjut Noordjanah mengungkapkan keberpihakan Aisyiyah tetap pada grassroot atau masyarakat akar rumput. “Aisyiyah sudah menyediakan porsi untuk masyarakat grassroot berupa subsidi silang, baik itu di bidang kesehatan maupun di bidang pendidikan”, ungkapnya.
Sekretaris Umum PP Aisyiyah terpilih, Dyah Siti Nuraini, memaparkan beberapa rekomendasi yang dihasilkan pada Muktamar Aisyiyah Ke – 46. Salah satunya adalah rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah di bidang pendidikan, yaitu perlunya pemerintah mereformulasi sistem pendidikan dan kurikulum yang diterapkan di sekolah. Aisyiyah meminta pemerintah menerapkan kurikulum yang tidak hanya mengedepankan aspek kognitif, tetapi juga lebih menegaskan pembangunan karakter bangsa.
Aisyiyah juga menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat agar pendidikan dapat berkelanjutan. Aisyiyah juga mengkritisi penarikan guru-guru swasta ke sekolah negeri yang mengakibatkan sekolah swasta banyak kehilangan SDM serta meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru di sekolah swasta.
Selain bidang pendidikan, Aisyiyah juga membuat rekomendasi untuk pemerintah dan Muhammadiyah dalam bidang agama, perlindungan terhadap perempuan dan anak, kesehatan, ekonomi, politik dan hukum, serta media dan komunikasi. Dalam bidang agama, Aisyiyah meminta pemerintah menindak tegas setiap individu atau golongan yang melakukan penistaan agama. Selain itu, Aisyiyah juga mendorong pemerintah untuk mencitrakan Islam sebagai agama yang moderat, baik di skala nasional maupun global.
Dalam bidang perlindungan anak dan perempuan, Aisyiyah meminta pada Kementrian Hukum dan HAM serta Kementrian Tenaga Kerja untuk secara tegas menghentikan pengiriman unskilled labour ke luar negeri. Hal ini dikarenakan banyaknya tenaga kerja Indonesia, khususnya perempuan muda, yang mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi di luar negeri.
Aisyiyah juga meminta agar Muhammadiyah menindak lanjuti fatwa haram rokok yang telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam ranah praksis. Selain itu, Aisyiyah juga merekomendasikan agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah berpartisipasi aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat dengan bersinergi dengan Aisyiyah untuk melaksanakan program Keluarga Sakinah dan qaryah thayyibah. (Udn)