Bupati Magelang Berharap Muhammadiyah Gagas Kemajuan Masyarakat

0
405

Magelang – Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengharapkan organisasi keagamaan Muhammadiyah melahirkan berbagai gagasan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat luas. “Dalam menghadapi tantangan-tantangan perubahan zaman di era globalisasi pada saat ini, Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan dan program-program baru yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” ungkapnya, Sabtu (19/3/2016), saat pembukaan Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Magelang di kompleks SMK Muhammadiyah Kecamatan Sawangan.
Menurut Zaenal Arifin, kiprah persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan berbagai kegiatan sosial lainnya, telah memiliki rekam jejak yang panjang dan cemerlang, serta terbukti eksistensi, konsistensi, dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa, termasuk di Kabupaten Magelang. “Oleh karenanya, Muhammadiyah merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya, karena merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangsa ini,” tegasnya.
Zaenal berharap agar musyawarah Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang menghasilkan berbagai keputusan terbaik dan bermanfaat, khususnya bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu, Zaenal juga berharap agar forum tersebut menghidupkan budaya demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab. “Dengan tidak meninggalkan ciri keindonesiaan yang lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan, mengedepankan budaya dialog untuk memecahkan berbagai persoalan, sehingga tercipta iklim kondusif serta mengembangkan budaya toleransi, silaturahmi, dan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Yazid Jamil, mengatakan pimpinan, pengurus, dan kader Muhammadiyah perlu terus mengusahakan peningkatan kualitas dan produktivitas persyarikatan dalam memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa. Ia mengharapkan musyawarah tersebut menghasilkan kombinasi dalam kepemimpinan dan kepengurusan Muhammadiyah lima tahun ke depan. “Perlu keseimbangan komposisi dalam struktur kepengurusan mendatang antara generasi tua dan muda agar kehidupan persyarikatan lebih dinamis. Kelompok tua memberikan nasihat dan pengalamannya, sedangkan yang muda menjadi pelopor penggeraknya,” katanya.
Pada acara pembukaan, hadir Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Magelang, KH Afifuddin. (rustam aji/tribunnews/Antara/editor: Fakhrudin PWM Jateng)