Begini Kesiapan SD Muhammadiyah 1 Solo Maju Lomba Sekolah Sehat Nasional

0
86

PWMJATENG.COM, SOLO – Dalam rapat koordinasi Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya Pemerintahan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Sumilir Wijayanti menyampaikan, Pemkot mengapresiasi sekolah-sekolah Solo yang juara tingkat provinsi dan menjadi wakil dalam LSS tingkat nasional tahun depan, (Senin (2/12/2019).

Rakor tersebut dihadiri sebanyak 41 peserta dari Bappeda, Dishub, Puskesmas Manahan, Setabelan, Gilingan, Gita Pertiwi, Yatimun Majelis Dikdasmen PDM, Abu Nasrun Dewan Pendidikan, Disdik Pengawas SD, FKG UMS, Loka POM, Universitas Setia Budi, DLH, BNNK, DPKS, DKK, Bagian Kesra, Komite Sekolah, Dikpora, Dispertan, dan Hartoyo BK UKS Kota.

”Selamat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Peringkat 1, SMP Negeri 1 Peringkat 2 dan TK Warga peringkat 3, banyak komitmen semua pihak, semoga anak-anak sehat secara fisik, pergaulan dan psikologis, di tahun 2020 akan kita kembangkan sekolah sehat dengan peraturan walikota, sehingga cakupan yang juara menjadi role model, dan pusat-pusat pembelajaran,” ujarnya.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Hj Sri Sayekti SPd MPd mengikuti Rapat Koordinasi Pembinaan dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Persiapan Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional di Ruang Rapat B (Penelitian) Bapppeda Kota Surakarta.

Ustadzah Sri, panggilan Sri Sayekti, mengatakan, rapat ini untuk menyamakan frekuensi dan persiapan dalam proses menghadapi penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS).

Menurutnya, banyak elemen disampaikan perihal LSS dan persiapan penilaian di masing-masing sekolah.

Pemkot juga membantu menyosialisasikan sekolah sehat pada masyarakat, siswa, dan juga orang tuanya.

Pembangunan Karakter Manusia Surakarta dengan Konsep 3WMP (Waras, Wasis, Wareg, Mapan dan Papan), dengan membangun 5 Budaya Gotong Royong, Memiliki, Merawat, Menjaga, Mengamankan Kota Solo dan isinya.

”Program pokok UKS meliputi pendidikan kesehatan kita punya guru UKS, adanya program kemitraan Puskesmas Stabelan, DLH Solo, Pertanian, Sedangkan pelayanan diarahkan konseling kesehatan, pelayanan medik gigi dan pembinaan lingkungan diwujudkan Bank Sampah, Kantin sehat, PHBS, tercipta sekolah kawasan bebas asap rokok dan toilet kejujuran,” paparnya.

Dia menegaskan, sesuai dengan hasil rapat koordinasi bahwa titik berat LSS adalah karakter sehat jasmani dan rohani, maka sekolah harus berkoordinasi internal dengan lintas sektoral, mulai dari RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan kota.

”Harus bersama-sama menyukseskan LSS untuk Solo, Jawa Tengah dan Nasional,” tuturnya

SD Muhammadiyah 1 Ketelan berusia 84 tahun, berlokasi di Kelurahan Ketelan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Luas lahan yang dimiliki 1984 m2.

Selama ini sekolah telah memiliki segudang prestasi siswa baik akademik maupun non akademik yang sangat membanggakan. Sejumlah siswa kerap meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. (Jatmiko)