716 Santri Darul Arqam Muhammadiyah Patean Ikuti Program Homestay Selama Sepekan

0
1376
Sejumlah santri putri pondok modern darul arqam Muhammadiyah Patean saat berkebun sebagai salah satu kegiatan homestay

PWMJATENG.COM, KENDAL – Salah satu cara untuk mengembangkan pribadi siswa atau santri Pondok Modern Darul Arqam 1 Muhammadiyah Patean, Kendal adalah melalui program homestay, sebuah kegiatan yang dirancang khusus dengan mencari rumah – rumah penduduk di suatu daerah tertentu untuk dijadikan tempat tinggal sementara bagi santri selama sepekan. Homestay siswa/santri Darul Arqam Muhammadiyah Patean dilaksanakan untuk melatih dan memberi bekal hidup di kemudian hari, ketika berada di tengah – tengah masyarakat. Homestay untuk santri supaya berbaur di tengah – tengah masyarakat pada suatu daerah yang bukan tempat kelahirannya, dan mereka tetap istiqomah menjalankan kebiasaan ibadah dan berbuat baik lainnya yang telah dijalankan di pondok untuk diterapkan di masyarakat dan bisa mengajak untuk mengikutinya.

“ Untuk tahun ini kami menerjunkan 716 siswa/santri MTs, SMK, dan MA yang terdiri kelas VII, VIII, X, dan XI yang ada di lingkungan pondok modern Darul Arqam Muhammadiyah 1 Patean “ kata Sucipto, S.Pd, Dip.Kmd, kepala MTs Muhammadiyah 2 Patean ketika dihubungi pwmjateng.com.

“ Khusus untuk kelas IX dan kelas XII kami tidak ikutsertakan, karena mereka konsentrasi Ujian Nasional “ ujarnya. Menurut beliau, program homestay bersifat rutin, sebagai pembelajaran dan latihan santri dalam mengembangkan keilmuan selama belajar di pondok.

Homestay berbentuk kelompok, setiap rumah yang dijadikan tempat tinggal terdapat 2 sampai 5 santri. Untuk tahun ini mereka disebar di 5 Kabupaten yang ada di Jawa Tengah, yaitu Kendal, Temanggung, Batang, Wonosobo, dan Banjarnegara. Para santri berada di desa – desa dan hidup di keluarga yang telah ditentukan.

“ Di setiap desa terdapat musyarif, pembimbing dengan tugas utamanya memberikan arahan dan pembinaan serta bertanggungjawab dalam seluruh kegiatan yang telah ditentukan. Seorang musyarif harus berada di desa binaannya selama homestay berlangsung dengan segala kegiatannya yang ada. “ kata Sumanto S.Pd.I, koordinator homestay.

“ Selain itu terdapat wakil pondok yang bertugas mengantarkan, menyerahkan para santri dan musyarif ke pemilik rumah yang akan ditempati peserta homestay, sekaligus menjempunya ketika kegiatan homestay berakhir.” imbuhnya.

Aktvfitas kesehariannya terbagi dalam  2 (dua) kegiatan, yaitu mengikuti kegiatan harian shohibut bait, yang punya rumah, dan keagamaan.

“ Mereka para santri yang homestay mengikuti kegiatan tuan rumah, seperti ke ladang, kebun atau sawah bagi yang petani. Memakmurkan masjid atau musholla dengan sholat lima waktu berjamaah, menggembirakan belajar Al qur;an di TPQ, dan menghidupkan ibadah sholat malam, tahajud, “ jelas  Drs. KH. Iskhaq, direktur pondok modern Darul Arqam Muhammadiyah Patean.

Dampak dari kegiatan tersebut akan berpengaruh pada setiap peserta homestay. Mereka merasakan hidup  dan berperan di tengah bermasyarakat melalui kegiatan – kegiatan yang dapat memberi manfaat orang banyak. Juga sebagai media pembelajaran, bahwa belajar di pondok darul arqam diajarkan, bagaimana hidup bermasyarakat dan berdakwah, sekaligus berpromosi melalui kegiatan yang bermanfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. (A.Ghofur/MPI Kendal)