Yusuf Darmawan Buka Musycab VIII IMM Kendal, Ini Pesannya

0
314

PWMJATENG.COM, KENDAL – Musyawarah Cabang (Musycab) ke 8 IMM Kab.Kendal secara resmi dibuka oleh wakil ketua PDM Kendal, Yusuf Darmawan. Upacara pembukaan yang berlangsung di aula SMK Muhammadiyah Sukorejo Sabtu (27/10) dihadiri oleh peserta Musycab juga tampak jajaran Ortom Daerah, OKP tingkat Kabupaten, dan Ketua PCM se Kawedanan Selokaton, Hadir juga Kapolsek Sukorejo Polres Kendal AKP Haryo Deko Dewo, Danramil 07/Sukorejo, Kapten Chb Djamal Altarich, ketua umum DPD IMM Jateng, Abdul Wakhid, dan beberapa tokoh Muhammadiyah setempat. Tema yang diangkat dalam Musycab tersebut adalah ‘ Aktualisasi Spirit Keilmuan Berbasis Trilogi Ikatan Wujudkan Kepemimpinan Progresif ‘.

Yusuf Darmawan dalam amanatnya mengatakan, IMM sudah berusia lebih dari 54 tahun. Sebuah usia yang tidak terbilang muda, tentunya memiliki pengalaman dan kematangan dalam berorganisasi. “ Asam garam kehidupan telah lama dirasakan oleh IMM, tentunya usia itu mengandung pesan IMM dalam menjawab dan menerima tantangan zaman mestinya lebih dewasa, terlebih permasalahan yang berhubungan dengan kemahasiswaan “ kataDarmawanmengawali kata sambutannya.Prilaku IMM menurut Darmawan mestinya tercermin dari intelektualitasnya. “ Mahasiswa mengutamakan intelektualitas dari pada grusa – grusu yang tidak mencerminkan prilaku mahasiswa. Jadi ketika mengambil keputusan dipikir dulu “ ujarnya. Dijelaskan, bahwa IMM adalah organisasi gerakan mahasiswa Islam, otonom Muhammadiyah yang memiliki peran pencerahan. “ IMM di hadapan ummat mampu berbicara, menjadi khotib, sang pencerah, mampu berbicara yang menenangkan ummat, dan berani mengambil sikap jika berada di arena keummatan. Jangan sampai menjadi mahasiswa seperti katak dalam tempurung, jago kandang. Jika keluar dari kandang tidak ada harganya. “

Lebih dalam Darmawan meminta kepada IMM untuk memanfaatkan semua lini kehidupan yang positif dengan memasuki lembaga non Muhammadiyah dan AUM. “ Masuki KNPI untuk mengembangkan pengalaman organisasi. Jadikan lembaga – lembaga lain untuk berdakwah. Masjid, musholla dan AUM silahkan dimasuki oleh IMM dengan nilai – nilai kemuhammadiyah.

Terkait dengan pembakaran bendera dalam rangka Hari Santri Nasional ( HSN ) di Garut, Jawa Barat, Darmawan meminta kepada IMM untuk tampil di lini kebangsaan. “ Bikin press rilis, Kendal aman, insya Allah tidak terprovokasi. Jadi arena kebangsaan tidak hanya milik mereka saja, kita punya hak dan kewajiban untuk berperan lebih baik. Kendal butuh peran dari IMM, bagaimana menyikapi jalan tol. Dampak apa yang akan terjadi jika jalan tol itu diberlakukan, tidak lama lagi rel kereta api menjadi tiga, dan bagaimana dampak ekonomi seperti apa, dan sebentar lagi ada kawasan industri, apa sumbangsih IMM kepada pemerintah Kendal. Itulah bahan diskusi IMM Kendal “ bebernya.

Bagian ketiga  peran IMM adalah di arena persyarikatan. Dalam hal ini Darmawan meminta agar IMM menyiapkan tenaga – tenaga profesional untuk mengisi dan memimpin AUM. “ Itu wajib hukumnya. Jangan sampai AUM dipimpin bukan kader persyarikatan Muhammadiyah. IMM yang memiliki kader profesional harus didorong untuk mengisi AUM. Kader IMM jangan sampai dilepas begitu saja. Banyak AUM pendidikan dan kesehatan membutuhkan kader IMM yang profesional “

Kepada peserta Musycab Yusuf Darmawan meminta agar program yang diputuskan adalah program yang membumi, memberi manfaat kepada ummat, bangsa, dan persyarikatan. “ Siapapun ketua umumnya program yang akan dilaksanakan adalah putusan Musycab “ pungkasnya. ( Dyah Anggraeni/MPI Kendal )