Yakinlah Badai Pasti Akan Berlalu

*Yakinlah badai pasti akan berlalu, Apabila kita bertekad dalam cinta yang satu*

Alif Sarifudin , Ketua PD Muhammadiyah Kota Tegal

Setiap awal pasti ada akhirnya,
Setiap duka pasti ada sukanya,
Setiap sakit pasti ada sehatnya,
Setiap masalah pasti ada akhirnya,
Setiap musibah pasti ada akhirnya….

Sahabatku….kita ingin bersama mengakhiri musibah pandemi ini dengan segala sesuatu yang indah dan baik atau endingnya husnul khotimah.

Kala malam semakin larut, bintang-bintang bermunculan saling sapa.
Bulan pun muncul dan menyalami bintang-gumintang penuh canda
Sendunya malam menjadi merona ketika binatang malam muncul untuk merayakan datangnya malam

Saat orang kebingungan dengan apa yang harus dilakukan ketika menyaksikan di depan matanya sendiri seluruh keluarganya terpapar covid 19 dan menjadikan air mata itu bernama akhir cinta.
Pertama ibunya wafat, sepekan kemudian ayahnya, bahkan menyusul saudara-saudaranya, tetangganya, dan sahabat setianya…

Konspirasi kata orang. Sandiwara kata berita, rekayasa kata orang di luar sana. Entah apa sebutan dalam berita yang _bersliweran_ di medsos, media cetak, atau elektronik.

BACA JUGA  Forum Kepala Sekolah Swasta Bekasi Barat Belajar E-Money di SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Bagi orang yang tidak terkena musibah dan keluarganya aman-aman saja menyikapi semuanya dengan perkataan dusta, kebohongan yang sedang dijadikan drama. Dan tak mau mengikuti jejak yang hanya membuat repot saja.

Ada juga orang yang kepalang takutnya menjadi beban derita psikologis sepanjang masa, tidak mau makan, enggan shalat, enggan silaturrahiem, enggan bekerja, hingga stress menjadikan sakit dan akhirnya menderita dalam penderitaan tak berujung.

Ada beberapa kiat agar kita bisa keluar dari beban derita yang berkepanjangan menuju yang kita cita-citakan bersama untuk keluar dari bencana dunia akhir zaman, yaitu apabila kita punya tekad yang satu dan cinta yang satu, badai pasti akan berakhir.

1. Niatkan bersama untuk keluar dari musibah dengan ikhlas dan perbaiki akan kesalahan kita selama ini.
2. Istiqomah, konsisten, dan lakukan amalan sederhana secara rutin untuk kebaikan.
3. Bersungguh-sungguh dengan doa, zikir, dan ibadah
4. Sayangi sesama jauhi kebencian
5. Bagi yang sekarang sedang sakit, janganlah merasa lemah, berjuanglah kuatkan diri, semangatlah untuk menambah imun. Walau isolasi mandiri dan itulah ibadah yang terbaik, mandiri sesuai dengan kemampuan terus jangan putus asa. Rasulullah bersabda, *_Laa yuuridanna mumridhun ala mushihhin_* artinya janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

BACA JUGA  Kiprah dan Prestasi Sekolah Muhammadiyah di HUT RI Ke-70

6 Bagi yang sehat tetaplah jaga diri, banyak bersyukur dan janganlah merasa diri paling baik. Cintailah yang sakit dengan tidak membahayakan diri.
7. Janganlah saling menyalahkan antara yang satu dengan yang lain. Karena perbedaan itu fithrah salinglah menghargai

Ketika kita saling mencintai sesama orang beriman, Allah akan mempertemukan lagi besok di surga. Itulah persahabatan dan percintaan abadi. Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang besar.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menggugah dan memberi semangat terutama menyiapkan diri untuk terus berjuang beramal saleh pada 10 hari pertama yang nilainya lebih dahsyat walaupun dibandingkan dengan jihad sekalipun.
روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Zulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.

BACA JUGA  Drs.KH. Syaifudin Zuhri Ingatkan 5 Ciri Hidup Berkualitas
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts