Berita

UMS Tegaskan Komitmen sebagai Kampus Inklusif, Keluarga Non-Muslim Sampaikan Apresiasi

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dalam Upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Jumat-Sabtu (3-4/4).

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa UMS terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang. Komitmen itu, menurutnya, juga diwujudkan melalui tawaran beasiswa 100 persen untuk jenjang pascasarjana.

“UMS untuk semua. Ini adalah komitmen kami sebagai kampus inklusif,” ujarnya, Jumat (3/4).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan atas perjuangan akademik yang telah ditempuh. Selain itu, Harun mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UMS.

Wali Wisudawan Sampaikan Kesan Positif

Semangat inklusivitas UMS juga tercermin dari pernyataan wali wisudawan non-Muslim asal Temanggung, Agustinus Suparto, orang tua dari Yohannes Adi Wijaya, lulusan Program Studi Kedokteran UMS.

Dalam momen wisuda tersebut, Agustinus mengaku mendapat tawaran beasiswa dari Rektor UMS bagi putranya untuk melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral.

Agustinus mengatakan tidak menemui kendala selama anaknya menempuh pendidikan di UMS meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

“Tidak masalah. Anak saya menimba ilmu di UMS dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai reputasi UMS yang telah dikenal luas menjadi salah satu alasan utama keluarganya memilih kampus tersebut untuk pendidikan anak-anaknya.

Suasana Kekeluargaan dalam Prosesi Wisuda

Suasana kekeluargaan juga terasa dalam prosesi wisuda. Salah satu keluarga alumni UMS angkatan 1992, yang kini kedua anaknya juga menempuh pendidikan di UMS, mendapat apresiasi berupa hadiah tablet dari Rektor sebagai bentuk perhatian dan penghargaan.

Perwakilan keluarga alumni menerima apresiasi berupa tablet dalam prosesi wisuda UMS.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., dalam laporan akademiknya mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap UMS terus meningkat.

Tercatat sebanyak 11.244 calon mahasiswa mendaftar, dengan 8.914 mahasiswa melakukan registrasi. Rasio keketatan mencapai 1:5, yang menunjukkan seleksi masuk UMS semakin kompetitif.

Ribuan Lulusan Diwisuda

Pada periode ini, UMS mewisuda total 2.519 lulusan, dengan 1.095 wisudawan mengikuti prosesi pada hari pertama. Rinciannya terdiri atas 2.382 lulusan program sarjana, 122 lulusan magister, dan 15 lulusan doktor.

Dari sisi capaian akademik, sebanyak 1.329 wisudawan meraih predikat cumlaude. Selain itu, 1.465 lulusan telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.

Rata-rata masa studi juga tergolong cepat, yakni 3 tahun 8 bulan untuk sarjana, 1 tahun 8 bulan untuk magister, dan 2 tahun 11 bulan untuk doktor.

Secara keseluruhan, UMS telah meluluskan 180.544 alumni sejak berdiri 67 tahun lalu dari berbagai program pendidikan. Pada wisuda kali ini, 90 persen wisudawan berasal dari Pulau Jawa, sedangkan 10 persen lainnya berasal dari luar Jawa hingga mancanegara.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/