Berita

PDM Boyolali Buka Jambore Daerah Pandu Athfal, Dipadati 2.070 Siswa

PWMJATENG.COM, BOYOLALI — PDM Boyolali buka Jambore Daerah Pandu Athfal Hizbul Wathan ke-VIII di Lapangan Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Sabtu (5/9/2026). Selain itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali, Drs. KH Ali Mushon, memimpin langsung upacara pembukaan tersebut. Hasilnya, ajang tahunan ini berlangsung sangat meriah dengan partisipasi antusias dari ribuan pelajar.

Bahkan, kemeriahan sudah terasa sejak awal pembukaan di area perkemahan. Oleh karena itu, sejumlah tokoh daerah hadir memberikan dukungan penuh, seperti jajaran Forkopimca Ngemplak, Kwartir Daerah Hizbul Wathan Boyolali, pimpinan Muhammadiyah, hingga para pembina sekolah.

Antusiasme Ribuan Peserta di Lapangan Pandeyan

Sementara itu, sebanyak 2.070 siswa dari 91 Qobilah SD/MIM hadir memadati lokasi kegiatan. Mereka kemudian mendirikan 138 tenda perkemahan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Tentu saja, tingginya angka partisipasi ini menjadi bukti nyata semangat sekolah Muhammadiyah dalam membina karakter anak didik.

Saat memberikan amanat, KH Ali Mushon menyampaikan pesan mendalam terkait orientasi pendidikan dasar. Sebab, beliau menegaskan bahwa pembentukan adab harus menjadi prioritas utama di atas kecerdasan intelektual.

“Adab lebih penting daripada kecerdasan. Sebab, apa artinya cerdas kalau tidak punya adab?” tegas Ketua PDM Boyolali di hadapan peserta.

Oleh sebab itu, momen PDM Boyolali buka Jambore Daerah Pandu Athfal ini menjadi sarana penting menanamkan kedisiplinan dan kemandirian. Melalui aktivitas luar ruangan, para siswa akhirnya belajar bekerja sama serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

Wadah Pembentukan Karakter dan Silaturahmi

Di sisi lain, Ketua Kwarda Hizbul Wathan Boyolali, Mustamik, M.Pd., mengapresiasi kehadiran seluruh peserta. Pihaknya menilai perkemahan ini sangat efektif menjadi wahana belajar, berlatih, sekaligus mempererat silaturahmi antar Qobilah.

Selaras dengan hal tersebut, dukungan serupa datang dari Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Boyolali, Pujiono. Bahkan, ia berharap ajang ini mampu melahirkan kader muda yang tangguh, mandiri, serta berakhlak mulia.

Pada akhirnya, langkah PDM Boyolali buka Jambore Daerah Pandu Athfal menegaskan komitmen kuat organisasi dalam melahirkan generasi penerus yang beradab dan berkarakter karimah.

Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *