Eduwisata Sejarah SMP Muhammadiyah Keling, Belajar Toleransi dari Mantingan hingga Museum Kartini

PWMJATENG.COM, JEPARA — Sebanyak 50 peserta dari SMP Muhammadiyah Keling mengikuti eduwisata sejarah di sejumlah situs penting di Jepara, Kamis (2/4) bertepatan dengan 13 Syawal 1447 H. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan jejak peradaban lokal sekaligus menanamkan nilai religius dan toleransi kepada siswa.
Peserta yang terdiri atas siswa, guru pendamping, dan tim pemandu dari Ziya Tour & Travel memulai perjalanan di kompleks Masjid dan Makam Sultan Hadlirin Mantingan. Kegiatan diawali dengan salat sunah duha berjamaah yang dipimpin guru PAI, Iqbal Awaludin.
Suasana religius mengawali pembelajaran sejarah secara langsung di lapangan. Di kawasan bersejarah itu, siswa mengamati relief batu putih yang menjadi simbol akulturasi budaya Islam dan Tiongkok.
Kepala sekolah, Sri Eryatiningsih, menjelaskan bahwa situs Mantingan merepresentasikan kejayaan Kerajaan Kalinyamat pada abad ke-16. Situs tersebut, menurutnya, menjadi salah satu fondasi penting dalam sejarah peradaban Jepara.
“Siswa belajar bahwa Jepara adalah pusat peradaban besar sejak dahulu. Kami ingin mereka bangga dengan warisan lokal,” ujarnya.
Selain mengenal situs bersejarah, para siswa juga diajak memahami nilai kepemimpinan Sultan Hadlirin dan ketangguhan Ratu Kalinyamat sebagai tokoh penting dalam sejarah daerah.
Belajar Sejarah Secara Langsung
Perjalanan dilanjutkan ke pusat kota dengan mengunjungi Museum Kartini dan Museum Pendopo Kabupaten. Di lokasi ini, siswa menyaksikan langsung berbagai artefak peninggalan R.A. Kartini yang memberi gambaran nyata tentang perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia.
“Melihat langsung benda-benda peninggalan Ibu Kartini membuat pelajaran sejarah terasa lebih nyata bagi anak-anak,” ungkap Naufal, pemandu dari Museum Pendopo Kartini yang turut mendampingi siswa selama kunjungan.
Pembelajaran di luar kelas ini memberi pengalaman yang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan teori, tetapi juga menyaksikan langsung jejak sejarah yang selama ini dipelajari.
Menanamkan Nilai Toleransi
Kegiatan ini juga menyentuh aspek keberagaman. Rombongan menyambangi klenteng di pusat kota Jepara sebagai simbol harmonisasi antarbudaya dan antarumat beragama.
Melalui kunjungan tersebut, siswa memahami bahwa toleransi dan moderasi beragama telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepara sejak masa lampau. Nilai ini menjadi pelajaran penting bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Edukasi dan Rekreasi yang Bermakna
Sebagai penutup, peserta menikmati suasana Pantai Kartini dan Jepara Ourland Park setelah melaksanakan salat duhur di Masjid Agung Jepara dan makan siang bersama. Meski diakhiri dengan rekreasi, nilai edukatif tetap menjadi inti kegiatan.
Eduwisata sejarah SMP Muhammadiyah Keling ini menjadi bukti bahwa pembelajaran sejarah dapat dikemas secara menarik dan bermakna. Kegiatan ini memadukan religiusitas, wawasan kebangsaan, dan pengalaman menyenangkan dalam satu rangkaian pembelajaran di luar kelas.
Kontributor: Kusnitah
Editor: Al-Afasy



