Kesiagaan Tim Kesehatan UMS Kawal Rangkaian Masta UMS 2026, Tangani Mahasiswa Asma dan Pingsan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Rangkaian Masta UMS 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta mendapat perhatian khusus dari tim kesehatan gabungan. Petugas medis bersiaga penuh guna memastikan keselamatan dan merespons cepat kegawatdaruratan peserta selama agenda penyambutan mahasiswa baru UMS tersebut.
Saat menjalankan tugas, tim medis menerima panggilan darurat dari lokasi kegiatan. Para petugas segera bergegas menuju posko Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) sambil membawa perlengkapan medis dan tabung oksigen.
“Namamu siapa? Jangan tidur ya,” ujar seorang dokter muda memastikan kesadaran mahasiswa sembari memasang selang oksigen.
Pada saat yang bersamaan, peserta lain yang memiliki riwayat penyakit asma juga mendatangi posko. Petugas langsung memberikan tindakan O2 serta melanjutkan proses observasi fisik.
“Tinggal diatur nafasnya ya,” kata dokter muda sembari memeriksa tensimeter.
Dokter muda Fakultas Kedokteran UMS, Muhammad Naufal Firdaus, menjadi salah satu relawan medis yang terjun langsung pada Masta UMS 2026. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menyalurkan keahlian klinis sekaligus mencari pengalaman pertolongan darurat.
“Kami dimintai tolong dan berkesempatan menyalurkan ilmu. Di sini kami bekerja secara tim dan saling berkolaborasi di bawah bimbingan tenaga profesional,” tutur Naufal seusai menangani peserta di posko IMM FHIP UMS, Sabtu (5/9/2026).
Skrining Digital dan Sistem Pita Penanda Risiko
Koordinator Tim Kesehatan Masta UMS 2026, Noor Alis Setiyadi, membagi posko utama ke dua titik, yakni Hall Auditorium Mohamad Djazman dan Masjid Sudalmiyah Rais. Selain itu, panitia menyiagakan posko satelit di tiap fakultas untuk menangani keluhan ringan.
“Mahasiswa yang belum sarapan dapat beristirahat di posko satelit. Namun jika butuh penanganan lanjut, tim posko induk siap membawa peserta atau meluncur ke lokasi,” terang Noor Alis.
Panitia Masta UMS 2026 juga menerapkan langkah preventif berupa skrining riwayat penyakit melalui platform digital Spada Masta. Berdasarkan data awal tersebut, mahasiswa berkondisi khusus dipasangi pita penanda kategori risiko:
-
Pita Kuning: Peserta kategori keluhan ringan.
-
Pita Biru: Peserta kategori keluhan sedang.
-
Pita Merah: Peserta risiko tinggi yang membutuhkan pemantauan ekstra intensif.
Kolaborasi Medis dan Pemicu Gangguan Kesehatan
Penanganan kesehatan ini melibatkan kerja sama lintas unsur, mulai dari dokter Muhammadiyah Medical Center (MMC) UMS, Rumah Sakit A.R. Fachruddin, perawat profesional, hingga relawan mahasiswa FK, FKG, FIK, serta TBM Gyrus. Panitia juga menyiagakan unit ambulans RS A.R. Fachruddin dan Lazismu di area MMC.
Perawat RS A.R. Fachruddin, Emil Rahayu Perwitasari, menjelaskan bahwa keluhan pingsan, kelelahan, kekambuhan gastritis, dan serangan asma mendominasi posko kesehatan Masta UMS 2026. Kondisi belum sempat sarapan serta kecemasan peserta menjadi pemicu utama gangguan kesehatan tersebut.
“Kami menilai kondisi pasien dan menangani masalah utama terlebih dahulu. Jika peserta mengalami sesak, kami memantau saturasi oksigen lalu memberikan tindakan pemasangan O2 dan obat pengurang sesak,” jelas Emil.
Melihat padatnya agenda kegiatan, tim medis mengimbau seluruh mahasiswa baru peserta Masta UMS 2026 agar disiplin menjaga asupan nutrisi. Panitia menyarankan peserta membawa bekal mandiri serta menyempatkan sarapan bersama sebelum memulai rangkaian acara.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



