SDTQ Al Ikhlas Mojolaban Studi Tiru ke SD Muhammadiyah Palur, Pelajari Manajemen hingga Strategi SPMB

PWMJATENG.COM, SUKOHARJO — SD Tahfidzul Qur’an (SDTQ) Al Ikhlas Mojolaban melaksanakan studi tiru ke SD Muhammadiyah Palur Program Khusus pada Rabu, 1 April 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari pengelolaan sekolah, inovasi pembelajaran, dan strategi penerimaan murid baru.
Rombongan disambut jajaran pimpinan SD Muhammadiyah Palur dalam suasana diskusi hangat mengenai praktik terbaik pendidikan dasar Islam. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi kekuatan lembaga.
Nur Laili, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah Palur, menjelaskan bahwa salah satu program yang kini menjadi perhatian adalah Kelas ICT (Information and Communication Technology) yang telah berjalan hampir satu tahun.
“Pada Kelas ICT, kami menerapkan ekosistem digital penuh melalui LMS (Learning Management System). Seluruh rangkaian pembelajaran hingga ujian sudah menggunakan laptop masing-masing siswa. Bahkan, saat penerimaan rapor, siswa mendemonstrasikan langsung kemampuan digital mereka di hadapan orang tua,” terang Nur Laili.
Ia juga menjelaskan perkembangan Kelas Khusus Tahfidz yang kini telah memasuki tahun ketiga. Menurutnya, keberhasilan program sekolah tidak lepas dari sinergi antarbagian di lingkungan sekolah.
“Capaian program kami bisa berjalan karena selalu ada sinergi antarbidang, melibatkan seluruh guru, karyawan, serta peran aktif wali murid,” ujarnya.
Kelas ICT dan Sinergi Jadi Unggulan
Pemaparan dari bidang kurikulum menunjukkan bahwa penguatan mutu sekolah tidak hanya bertumpu pada program akademik, tetapi juga pada kolaborasi internal yang solid. Kelas ICT dan Kelas Khusus Tahfidz menjadi contoh integrasi antara inovasi pembelajaran dan penguatan karakter Islami.
Pendekatan ini dinilai memberi pengalaman belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri sekolah.
Strategi Humas Berbasis Digital
Wakil Kepala Bidang Humas, Choerul Anam, memaparkan bahwa strategi komunikasi sekolah kini lebih banyak difokuskan ke ranah digital. Menurutnya, konten video, flyer, dan rilis berita diproduksi secara konsisten untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Setelah ide dan eksekusi konten selesai, kami mengajak seluruh guru dan karyawan untuk serentak mengunggahnya melalui Story WhatsApp. Cara ini efektif menjangkau kontak pribadi masing-masing guru dan staf,” tutur Anam.
Meski promosi digital diperkuat, sekolah tetap menjalankan ikhtiar jemput bola ke taman kanak-kanak. Dalam dua tahun terakhir, SD Muhammadiyah Palur mulai mengurangi penggunaan spanduk fisik berskala besar sebagai media promosi.
Bahkan, pada 2025 sekolah disebut tidak lagi memasang spanduk di area publik strategis. Hasil strategi konten dan sinergi tersebut, menurut pihak sekolah, tampak pada data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Alhamdulillah, hasilnya sangat positif. Untuk tahun ajaran 2026 pendaftaran sudah kami tutup, tahun 2027 sudah melebihi kuota, bahkan sudah ada orang tua yang menyampaikan minat pendaftaran hingga tahun 2031,” tambah Anam.
Jadi Referensi Pengembangan Sekolah
Perwakilan SDTQ Al Ikhlas Mojolaban menyatakan hasil studi tiru ini akan menjadi referensi penting untuk diadaptasi di lembaganya. Kunjungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang sinergi antar-sekolah dalam mengembangkan pendidikan Islam yang unggul.
Melalui kolaborasi ini, kedua sekolah diharapkan terus bertumbuh dalam mencetak generasi Qurani yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki karakter yang kuat.
Kontributor: Choerul Anam
Editor: Al-Afasy



