Ibu Rumah Tangga Sukoharjo Pelajari Penanganan Diare pada Anak Lewat Teknologi AR

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim PPK Ormawa PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD) di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini membekali 40 ibu rumah tangga dengan keterampilan penanganan diare pada anak serta pertolongan pertama dehidrasi. Langkah edukasi ini memosisikan para ibu sebagai garda terdepan keluarga dalam mendeteksi gejala awal diare sebelum kondisi anak memburuk.
Ketua Pelaksana KIAD, Rengga Prayoga, menegaskan bahwa kesiapan orang tua sangat menentukan keberhasilan penanganan diare pada anak di tingkat rumah tangga. “Kami berharap peserta mampu mempraktikkan langkah penanganan secara mandiri sehingga risiko dehidrasi berat pada anak dapat dicegah sedini mungkin,” ujar Rengga, Sabtu (5/9/2026).
Bidan Desa Blimbing, Nurhayanti, turut menyuarakan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia mengimbau para ibu untuk menjaga kebersihan makanan, mengolah air minum dengan benar, serta membiasakan anak mencuci tangan.
Simulasi Oralit dan Inovasi Alat Cuci Tangan
Sebelum memasuki sesi utama, para peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai gejala diare anak. Tim mahasiswa UMS kemudian memaparkan materi utama tentang penyebab diare, tanda-tanda dehidrasi, dan langkah pertolongan pertama di rumah.
Tidak hanya menyampaikan teori, tim UMS juga memandu simulasi pembuatan obat oralit rumah tangga. Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UMS, D. Clarita Selly Agatha dan Alfia Azzahra, mendampingi warga meracik larutan rehidrasi dari bahan dapur yang mudah didapat.
Selain itu, peserta mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun menggunakan alat inovasi SEKAKI (Cuci Tangan Pakai Kaki). Inovasi alat tepat guna ini mempermudah masyarakat menjaga kebersihan tangan tanpa harus menyentuh kran secara langsung.
Edukasi Interaktif Berbasis Augmented Reality
Inovasi lain dalam program penanganan diare pada anak ini terletak pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR). Melalui aplikasi AR panduan mahasiswa, peserta menyaksikan visualisasi tiga dimensi mengenai dampak diare dan proses terjadinya dehidrasi pada tubuh anak.
Teknologi interaktif tersebut memberikan pengalaman belajar baru yang jauh lebih intuitif dan mudah dipahami oleh ibu-ibu desa. Edukasi visual ini membantu peserta memahami bahaya dehidrasi secara konkrit.
Setelah seluruh materi dan praktik selesai, para peserta mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Tim mahasiswa UMS membagikan paket perlengkapan sanitasi dan rehidrasi berisi sabun cuci tangan, sachet oralit, serta leaflet panduan kesehatan. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi UMS dalam menghadirkan solusi kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



