AUMBerita

Tingkatkan Motivasi dan Kinerja Guru Karyawan, PDM Karanganyar Gelar Pembinaan AUM

PWMJATENG.COM, Karanganyar – Sabtu (20/01/2024), acara pembinaan rutin Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karanganyar mengguncang semangat para guru dan karyawan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon serta sekolah/madrasah di bawah Konsorsium AUM Colomadu. Dalam acara bertema “Menjadi Guru yang Dirindukan dan Mencerahkan,” Drs. Bandung Gunadi, narasumber, memberikan motivasi tinggi kepada peserta.

Bandung Gunadi menyentuh aspek keuangan, khususnya gaji guru ASN yang meningkat. Ia menekankan bahwa guru honorer tidak perlu iri, karena rezeki telah diatur oleh Allah Swt. Dalam pandangannya, guru honorer di AUM tidak hanya seharusnya fokus pada kehidupan duniawi, melainkan juga harus mempertimbangkan tabungan amal akhirat.

“Guru-Guru honorer jangan sampai iri dengan gaji guru ASN, karena rezeki seseorang sudah diatur oleh Allah SWT, selain dari bekerja, Kita sebagai Guru honorer di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak selayaknya hanya berfikir duniawi, namun juga berfikir tentang tabungan amal akhiratnya,” tegas Bandung Gunadi.

Dalam menjelaskan tingkatan rezeki menurut Islam, Bandung Gunadi menyampaikan pandangannya bahwa rezeki ada yang dijamin oleh Allah, ada yang bisa didapat dengan berusaha, dan rezeki karena bersedekah. Ia juga menyoroti pentingnya tawakal atau bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT.

“Ada tiga tingkatan ketika Allah Swt. membagikan rezeki kepada umatnya. Pertama, Rezeki yang dijamin oleh Allah Swt. Ketiga, Rezeki karena kita telah bersedekah. Keempat, yaitu puncaknya ketika kita telah melakukan semua perbuatan di atas, maka yang harus dilakukan adalah Tawakkal,” paparnya.

Baca juga, Hari Gini Belum Paham Wujudul Hilal?

Bandung Gunadi juga menyampaikan teori “Challenge and Response” dari A.J. Toynbee untuk mengilustrasikan bahwa perubahan besar dapat terjadi ketika dihadapkan pada tantangan. Ia mendorong para guru honorer untuk melihat permasalahan gaji sebagai tantangan yang dapat menghasilkan respon positif, seperti pengembangan diri, peningkatan soft skill, hard skill, dan sebagainya.

“Sastrawan dari Inggris yaitu A.J Toynbee mencetuskan Challenge and Response Theory ketika dia membandingkan masyarakat mapan dan masyarakat yang mengalami ketidakmapanan… Justru permasalahan tersebut dijadikan sebuah Challenge sehingga mampu menghasilkan Response berupa pengembangan diri, softskill, hardskill dan lain sebagainya,” saran Bandung Gunadi.

Pada akhir sesi, Bandung Gunadi memberikan tips untuk tetap bersyukur, termasuk tidak khawatir tentang hidup, bersandar kepada Allah Swt., bersyukur dengan hal-hal kecil, bersedekah, hidup sederhana, dan menyebarkan kasih sayang kepada semua makhluk.

Acara ini memberikan dorongan motivasi yang kuat kepada para guru dan karyawan MIM Digdaya Bolon serta madrasah di bawah Konsorsium AUM Colomadu. Semua peserta dibimbing untuk mengubah pandangan terhadap tantangan dan meningkatkan kualitas diri dalam menjalani tugas sebagai pendidik.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE