Tingkatkan Kapasitas, SSR `Aisyiyah Purworejo Adakan Capacity Building

0
383

PWMJATENG.COM, Purworejo – Pimpinan Daerah `Aisyiyah Kabupaten Purworejo melalui Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care `Aisyiyah Kabupaten Purworejo mengadakan Capacity Building of Civil Society Organization (CSO) di Pendopo Hotel Suronegaran Purworejo pada Kamis – Sabtu (11-13/10). Agenda yang membahas isu penyakit TBC ini disampaikan Siti Nurhayati Kepala program dalam rangka meningkatkan kapasitas CSO terkait penanggulangan penyakit TBC dari kemampuan advokasi, fund raising dan kampanye media.

“CSO diikutkan dalam agenda ini karena merupakan bagian yang penting dari proses perencanaan, penganggaran di daerah serta akuntabilitas. Dimana ditujukan guna memberikan pemahaman terkait peningkatan kapasitasnya terkhusus penyakit TBC pencegahan hingga penanggulangan,”ungkap Siti Nurhayati.

[wawancara dg Siti Nurhayati – Kepala SSR TB HIV Care `Aisyiyah Kabupaten Purworejo – pada shoot : 00044]

Dalam nuansa diskusi materi yang disampaikan yakni kebijakan publik, konsep pelayanan publik, perencanaan serta penganggaran dan peran serta masyarakat, kampanye media, dasar advokasi, fundraising dengan pemateri dari BAPPEDA, Media Massa Kedaulatan Rakyat dan fasilitator. Adapun CSO peserta yang ikut serta dari perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Pimpinan Daerah `Aisyiyah (PDA) Purworejo, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Purworejo, Pemerhati Pemberantasan Tuberkulosis Indoensia (PPTI) Purworejo, Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Purworejo, Persatuan Perawat Nasional indonesia (PPRNI) Purworejo, Rumah Sakit Umum `Aisyiyah (RSUA) Purworejo dan SSR.

Ditambahkan Murni Rahayu Fasilitator sekaligus Ketua Lembaga Kebudayaan PDA Purworejo bahwasanya program SSR TB HIV Care ini merupakan program kerja sama yang ada di tingkat Pimpinan Pusat (PP)`Aisyiyah dengan Global Fund kemudian diturunkan hingga tingkat Daerah di Kabupaten Purworejo.

“Kami sangat mendukung sekali salah satu rangkaian program kali ini. Karena penanganan TB HIV ini mmebutuhkan dukungan yang sangat banyak dari semua elemen. Dimana ketika pada saatnya nanti dukungan dana menipis sudah terjalin komunikasi dengan berbagai elemen yang dalam koalisi dapat terus lanjutkan program ini. Tentunya dapat mewujudkan tujuan yang diinginkan program ini melalui berbagai MoU dan peran serta media,”jelas Murni Rahayu.

Agenda yang telah terlaksana sebelumnya Pelatihan Kader Investigasi Kontak, Filantropi dimana ke depan sebagai langkah tindak lanjutnya dibentuk tim advokasi dan tim fundraising serta agenda lanjutan dengan materi manajemen programmatic dan manajemen volunteerism.  Berdasarkan data WHO tahun 2010 Indonesia menempati No. 5 dalam kasus TBC dan meningkat pada tahun 2015 menempati No. 2 tingkat dunia.

“Harapannya dapat semakin meningkatkan kapasitas CSO agar dapat advokasi perencanaan hingga penganggaran daerah sehingga penanganan dalam rangka memutuskan mata rantai TB HIV dapat maksimal, tidak sampai ada yang meningkat kronis atau meninggal,”ujar Siti Nurhayati. (Akhmad Maulidin Musdani – dari Purworejo Melaporkan)