Tim MDMC Menemukan Fakta Berbahaya Pergeseran Tanah di Bruno, Purworejo

Tim MDMC Menemukan Fakta Berbahaya Pergeseran Tanah di Bruno
Tim MDMC Menemukan Fakta Berbahaya Pergeseran Tanah di Bruno

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Tim MDMC PP Muhammadiyah menemukan Fakta Berbahaya atas pergeseran tanah di Bruno Purworejo, Jateng. Rombongan MDMC PP yang dipimpin oleh Ir. Sri Atmaja P. Rosyidi, Ph.d. P.Eng, Ketua MDMC Purworejo Widayat, Wakil PDM Purworejo Husni Arba’in, BPBD Purworejo, Perangkat Desa, MDMC Bruno dan tentunya tim MDMC Purworejo. Kunjungan Bruno Purworejo untuk menindak lanjuti observasi kejadian retakan tanah di beberapa desa di Bruno Purworejo (06/2). Salah satunya Desa Tegalsari, Kaliwungu, Sumoleter.

Di tengah masyarakat untuk bersinergi melakukan hal hal yang dibutuhkan terkait kebencanaan. Begitu juga untuk di Bruno Purworejo, setelah observasi dan kajian diharapkan ada solusi terbaik untuk masyarakat. Demikian dikatakan oleh Widayat MDMC Purworejo.

BACA JUGA  PSHW vs PDPM Pekalongan adakan Laga Amal Bencana

Masyarakat  sangat berterimakasih dengan kehadiran MDMC PP dan MDMC Purworejo yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap mereka. Kedepan berharap ada solusi terbaik terhadap kondisi ini. Demikian disampaikan salah satu warga di lokasi retakan tanah di Bruno Purworejo.

Berdasarkan hasil observasi yang pertama dan kedua ini ada beberapa hal yang disampaikan oleh Tim MDMC PP yaitu :

  1. Tanah retak di bruno terjadi akibat lapisan tuf (tanah/batuan lunak) yang merambat di atas lapisan breksi (batuan keras).
  2. Gerakan tanah merambat terjadi pada lereng ke arah badan air/sungai.
  3. Rambatan tanah terjadi apabila bebannya (beban sendiri maupun beban di atasnya) melebihi kemampuan tanah untuk menahan.
  4. Kemampuan tanah menahan gerakan rambatan terbantu oleh pohon-pohon yang mempunyai akar tunjang. Bisa juga dibantu dengan konstruksi penahan (misal: bronjong).
  5. Beban di atas tanah yang mendorong gerakan rambatan tanah adalah termasuk bangunan rumah penduduk. Air yang meresap ke tanah juga menambah dorongan gerakan rambatan tanah.
BACA JUGA  AMM Batang Turun Ke Jalan Galang Dana Bencana

REKOMENDASI SEMENTARA:

  1. Desa Tegalsari (Dusun Krajan) : Karena pola retakan tanah telah membentuk suatu kawasan yang membahayakan, maka rumah-rumah di dalam kawasan membahayakan itu agar segera direlokasi.
  2. Desa Kaliwungu (Dusun Kalibang) dan Desa Somoleter:

Rumah-rumah di kawasan retakan masih bisa dipertahankan dg catatan:
– Air dikelola supaya tidak banyak yang meresap ke dalam tanah. Air hujan sedapat mungkin langsung ditangkap selokan kedap air yg selanjutnya mengalirkan ke sungai.
– Rumah-rumah di kawasan retakan tanah diperkuat dengan konstruksi penahan tanah.

*Ditulis oleh Jurnalis Magang – (Syifa Agustin Restanti)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts