SMK Muhammadiyah 3 Mayong Selaraskan Kurikulum Pembelajaran Melalui IHT

0
810

pwmjateng.com. JEPARA -Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Mayong baru saja mengadakan In House Training (IHT) Tahun Ajaran 2018/2019. Agenda yang bertempat di Ruang Multimedia Kompleks SMA-SMK Muhammadiyah Mayong dan berlangsung Sabtu (28/7/2018) dari Pkl. 09.30-13.00 WIB ini diselenggarakan oleh Tim Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMK untuk penyelarasan kurikulum dalam pembelajaran selama satu tahun ke depan. Tampak seluruh guru hadir dalam penyelenggaran IHT tahun ini, mulai dari guru mata pelajaran umum ataupun guru produktif. Beberapa agenda yang dibahas di IHT adalah tentang Praktek Kerja Industri (Prakerin) 2018/2019, Penguatan Kurikulum SMK Teaching Factory, Penyusunan Modul dan Penyeragaman Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Penilaian.

SMK yang sudah berdiri sejak tahun 2012 ini memang menjadi salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan terbesar di kabupaten Jepara. Dengan memiliki 12 kelas yang terdiri dari 2 jurusan yang sudah mendapat akreditasi A, yaitu Teknik Komputer Jaringan dan Perbankan Syariah, sekolah ini setiap tahun bisa menyerap dan meluluskan kurang lebih 160 siswa. Dengan kondisi tersebut, maka perlu diadakan IHT sebagai penunjang kualitas pelayanan pendidikan oleh sekolah dalam menghadapi kebutuhan sumber daya manusia di Indonesia.

Dalam perjalanannya, Kegiatan IHT dirasa sangat penting dilaksanakan dalam rangka mengikuti perkembangan pendidikan kejuruan. Seperti yang disampaikan oleh kepala SMK Muhammadiyah Mayong Hery Totowiyono M.Pd dalam sambutannya bahwa “SMK di era sekarang harus membiasakan dan ke depan menyelenggarakan metode pembelajaran Teaching Factory serta mengadakan Kelas Industri sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan dalam menghadapi dunia kerja”. Menurutnya SMK Muhammadiyah 3 Mayong tahun ini harus mengadakan kelas industri.

Menurut Tim Waka Kurikulum yang juga menjadi pemateri Taufiq Awaludin S.Pd, “Tujuan diadakannya IHT ini adalah memperkenalkan kepada guru tentang rancangan kurikulum SMK Muhammadiyah 3 Mayong selama satu tahun, memberikan informasi tentang kebijakan dari pemerintah, dan memberi penjelasan tentang pembiasaan Teaching Factory“.

Beliau juga mengharapkan setelah terselenggaranya IHT ini guru-guru sanggup mengintegrasikan dan membiasakan metode Teaching Factory dalam metode pembelajaran di tahun ini, karena Teaching Factory sangat bermanfaat bagi kemampuan peserta didik di SMK. Beliau juga menyampaikan kepada guru bahwa sekarang semuanya terkena dampak otomatisasi atau bisa disebut terdampak dengan digitalisasi, sehingga semua guru harus melek dengan era digitalisasi, terlebih di dunia pendidikan.

Dari hasil IHT pada hari ini, salah satu guru yang bernama Hanif Laily Hidayah S.Pd yang mengampu mata pelajaran matematika mempunyai ide untuk kedepannya pelajaran matematika akan membuat sebuah modul. Kegunaan modul sendiri menurutnya selain untuk menunjang pembelajaran sehari-hari, modul juga berguna dalam menunjang penyampaian materi ketika siswa sedang praktik kerja industri.

(Penulis: Roynaldy Saputro/ Guru SMK Muhammadiyah 3 Mayong | Editor: Tuti Astha3)