AUMEditorial

SMA Muhammadiyah Unggulan

Oleh : Khafid Sirotudin*

PWMJATENG.COM, Semarang – Deretan ratusan mobil dan sepeda motor memenuhi sepanjang jalan menuju SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Sabtu 21 Januari 2023. Banyak anak-anak usia SD memenuhi halaman SMA dan MI Muhammadiyah. Ternyata MIM Karanganyar sedang mengadakan event lomba untuk anak-anak TK/SD tingkat kabupaten. Sebuah event kreatif untuk meningkatkan brand sekolah.

Siang ini kami diundang sebagai Narsum untuk berdialog dan berdiskusi dengan teman-teman Fordem Berkemajuan dan AMM yang mengabdikan diri menjadi penyelenggara pemilu 2024. Tempatnya di salah satu ruangan SMA Muh1 Karanganyar. Kesempatan ketiga kali kami silaturahmi disini. Sebelumnya pernah membersamai Pendekar Wiwoho, Ketua TSPM Jateng serta kegiatan jelang Pemilu 2019.

SMA Unggulan

Sebatas yang kami tahu, PDM Karanganyar memiliki 2 sekolah unggulan yaitu MI Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah. Maka tidak mengherankan jika UMUKA (Universitas Muhammadiyah Karanganyar) yang baru lahir langsung bisa meraih 1000 lebih mahasiswa baru TA 2022/2023.

Ada beberapa hal yang menarik dari SMA Muh1 Karanganyar, antara lain :

Pertama, Kepala Sekolahnya seorang Sarjana Hukum. Sumarwanto, SH. MPd. kader Pemuda Muhammadiyah yang mewakafkan waktu tenaga dan pikiran sepenuhnya sebagai guru. Sebelum diamanati menjadi Kepala Sekolah, dia mengup-grade diri studi S2 bidang pendidikan. Orangnya “grapyak & nyemedulur” ketika menemui dan mempersilahkan tamu masuk ruang transit, ruang kerja Kepsek.

Tidak saja minuman dan kudapan yang dihidangkan kepada kami, juga buah durian Pendem asli Karanganyar. Sebuah laku sosial mulia seorang “salesman” sekaligus mengamalkan sunah Nabi saw. untuk memuliakan tamu. Sebuah pembelajaran otentik seorang guru yang patut ‘digugu lan ditiru’.

Suatu ketika saya pernah mendapat “wadulan” (komplain) dari salah satu Kepala UPT Dikbud Jateng. Sambil mengirimkan foto melalui WA atas perlakuan kurang bermartabat dari salah satu Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah saat kunjungan asistensi. Alhamdulillah bisa segera saya hubungi PDM dan ditindaklanjuti oleh Sekretaris PDM secara cepat, tepat dan berkeadaban. Coba kalo tidak segera diselesaikan secara baik pasti bisa lain ceritanya.

Pertemuan dengan Sumarwanto mengingatkan saya dengan Sutomo dan Marijo, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Dua orang kader AMM yang bersinergi dengan puluhan AMM dan Majlis Dikdasmen PDM Kota Salatiga berhasil membuat sejarah “monumen amal shalih” SDMu yang awalnya dhuafa’ menjadi aghniya’. Saya masih ingat ketika tahun 2005 diundang Suwargi Prof. Ahmadi dan pak Badwan ke Salatiga untuk “urun rembug” terkait revitalisasi SDMu Salatiga.

Baca juga, Kilas Kepemimpinan Muhammadiyah Jateng, Mulai dari Ulama hingga Cendekiawan

Sudah saatnya kader-kader muda persyarikatan yang “mitayani” diberikan kesempatan untuk melanjutkan dan mengembangkan AUM pendidikan di setiap daerah, tanpa menunggu instruksi dari Wilayah dan Pusat. Cukup fokus membuat 1-2 TK/KB, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Muhammadiyah/Aisyiyah Unggulan di setiap Kabupaten/Kota. Jika dalam waktu 5-6 tahun “ditemeni” (fokus, serius, disiplin) maka akan lahir Sekolah Unggulan Muhammadiyah/Aisyiyah baru di seluruh Jawa Tengah.

Kedua, kreatif, inovatif dan berkemajuan. Ada beberapa program atau jalur untuk bisa menjadi murid di SMA Muh1 Karanganyar. Ada program/jalur kader, program tahfidz/boarding school, program prestasi dan ada program reguler. Banyak pilihan dan alternatif yang disediakan. Tidak ikut larut dan serta merta merubah SMA yang sudah tak berdaya menjadi SMA-IT atau MBS (Muhammadiyah Boarding School), namun mampu mensiasati dengan baik kompetisi diantara puluhan SMA Negeri dan Swasta di Karanganyar.

Semua program direncanakan dengan matang dan diatur melalui indikator-indikator kualitatif dan kuantitatif yang terukur dan sistematis. Tercermin dari Tata Ruang sekolah yang rapi, bersih dan terintegrasi meski tidak dalam satu kompleks.

Ketiga, jumlah muridnya sudah maksimal sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Jateng. Jumlah siswa-siswi kelas 10, 11 dan 12 @12 Rombel. Kami belum pernah melihat dari dekat SMA Swasta/Negeri yang memiliki jumlah murid sebanyak ini di berbagai kabupaten se Jateng, kecuali di kota Semarang.

Meski jumlah murid bukan satu-satunya ukuran sekolah unggulan, tetapi bagi SMA Swasta jelas menjadi salah satu tolak ukur yang kasat mata. Bagaimana mungkin mau memakmurkan guru dan karyawan sekolah manakala jumlah siswanya hanya 100 orang. Apa mungkin SMA Swasta bisa bersaing dengan SMA Negeri jika biaya sekolahnya gratis dan masih dibatasi zonasi dalam penerimaan murid.

Publik memiliki kemerdekaan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri maupun swasta. Dan faktanya banyak para orang tua/wali lebih memilih menyekolahkan anaknya di SMA Swasta yang Unggul ketimbang SMA Negeri yang tidak unggul meski tidak berbayar. Saya sempat telepon Sekretaris Dinas Dikbud Jateng dari ruang Kepala Sekolah menanyakan bisa tidaknya SMA Muh1 Karanganyar menambah 1-2 kelas/Rombel. Beliau menjawab tidak bisa karena sudah maksimal sesuai ketentuan. Dan menyarankan agar membuat SMA Muh2 yang Unggul sebagaimana SMA Muh1 Karanganyar.

Sebuah pelajaran berharga dan menginspirasi kami seperti pepunden Jawa mengajari : “gaweo jeneng, mengko jenange bakalan melu” (buatlah nama/brand yang baik, maka rejeki akan mengikuti). Wallahua’lam

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE