AUMBerita

Sekolah Tani Milenial UNIMMA Seri Ke-6, Petani Milenial Magelang Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Inovasi Terbaru!

PWMJATENG.COM, Magelang – Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menggelar Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah seri ke-6 dengan tema yang menarik, “Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peran Peternak Milenial”. Acara ini diadakan di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Jumat (5/1) dan di Tempursari, Candimulyo pada Sabtu (6/1), menghadirkan 46 petani milenial dari tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang.

Dr. Rochiyati Murni Ningsih, SE., MP, Penanggung Jawab Kegiatan (PIC) Sekolah Tani, menjelaskan sasaran dari program ini adalah para milenial dengan rentang usia 13 sampai dengan 40 tahun. “Kenapa petani milenial? Karena kita ada masalah di regenerasi petani peternak. Sekarang ini petani kita ada di atas 50 tahun, hampir sebagian besar. Padahal ketahanan pangan kita muncul dari pertanian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes, Ketua MTCC UNIMMA, menjelaskan bahwa Sekolah Tani Milenial kali ini fokus pada komoditas ketahanan pangan ternak domba dengan menerapkan peternakan yang terintegrasi. MTCC memiliki dua tugas, yaitu mendampingi daerah-daerah di Jawa Tengah dalam menyusun Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok dan mendampingi petani, terutama petani tembakau, untuk diversifikasi usaha, salah satunya melalui peternakan domba.

Baca juga, Merangkul Kemakmuran Pesisir: Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Ajaran Hadis

“Kami memang sudah punya embrio di Tempursari, Candimulyo, sudah membentuk tim ternak dengan konsep domba bergulir dan ternyata berkembang. Harapannya nanti setelah pelatihan, mereka akan kita dampingi, fasilitasi, dan kita berjejaring,” tambahnya.

Sekolah Tani ini dihadiri oleh enam narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi dan praktisi di bidang pertanian. Salah satunya, Mohammad Haris Septian, M.Pt dari Fakultas Peternakan Universitas Tidar Magelang, yang memberikan wawasan tentang inovasi dalam peternakan.

“Dengan Sekolah Tani ini, diharapkan para petani milenial dapat mengembangkan ketahanan pangan dengan menggunakan inovasi terbaru dalam dunia peternakan,” ujar Haris Septian.

Acara ini juga membahas potensi ekspor yang tinggi dari usaha peternakan domba, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan aqiqah dan hewan qurban. Dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan, diharapkan petani milenial dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan berkontribusi pada ketahanan pangan di wilayah mereka.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE