Sandiaga Uno Berkunjung, Muhammadiyah : Apa yang Bisa Kami Bantu?

PWMJATENG.COM, BANJARNEGARA – “Kami warga Muhammadiyah ingin membantu, tidak ingin dibantu. Hanya pertanyaannya adalah  apa yang bisa kami bantu?” itulah pertanyaan yang disampaikan oleh H. Fahmi Hisyam mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara pada saat menerima kunjungan calon wakil presiden Republik Indonesia, Sandiaga Uno, pada hari Sabtu (15/12) di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara.

“Baik calon Presiden dan Wakil Presiden entah itu nomor urut 01 atau nomor urut 02 tentu mempunyai visi dan misi masing-masing. Tetapi berhubung yang hadir bersilaturahim kepada kami adalah mas Sandi maka pertanyaan ini kami sampaikan kepada Mas Sandi” lanjutnya.

Kunjungan Sandiaga Uno ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah kali ini merupakan satu di antara rangkaian kunjungannya ke Banjarnegara. Dan kunjungan ini merupakan temapat ke 880 yang telah ia kunjungi selama masa kampanye. Sebelumya Sandiaga Uno bermain basket bersama warga di lapangan Desa Merden Kecamatan Purwanegara dan selanjutnya akan mengadakan acara ngopi bareng di salah satu pusat kuliner Banjarnegara.

Sandi menyampaikan beberapa hal untuk menjawab pertanyaan dari H. Fahmi Hisyam. Bahwa dalam pelaksanaan kampanye, Sandi akan melaksanakan pesan-pesan dari ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang merupakan orang pertama yang ia temui setelah melakukan pendaftaran Capres dan Cawapres ke KPU. “pak Haedar memberikan pesan kepada kami bahwa kampanye kita harus mencerahkan dan mencerdaskan, jangan sampai melakukan kampanye yang tidak mencerdaskan masyarakat. Yang kedua adalah bagaimana agar sosialisasi kami di seluruh pelosok negeri dapat menggerakkan, bisa dijadikan sebuah movement untuk Indonesia yang berkemajuan. Yang ketiga adalah agar dalam menangkap aspirasi masyarakat harus menggembirakan. Ditengah banyak sekali masalah yang kita hadapi maka kita harus berusaha how to make life more fun” ungkapnya.

BACA JUGA  Resmi Dilantik, IMM UNISS Siap Jadi Motor Dakwah di Kampus

“Kami fokus kepada beberapa hal antara lain bidang ekonomi. Bagaimana membangun lapangan pekerjaan, kemandirian ekonomi umat, bagaimana menjamin harga bahan pokok agar terjangkau oleh masyarakat, harga bahan pokok yang dapat mensejahterakan petani. Dalam bidang pendidikan bagaimana agar pendidikan kita bisa tuntas berkualitas, guru bisa sejahtera, anak-anak tidak hanya pintar tapi berakhlakul karimah” lanjutnya.

Berkaitan dengan bagaimana cara membantu Sandi menyampaikan bahwa visi misi Prabowo-Sandi yang sebagian telah ia sampaikan diatas sulit untuk menjangkau ke wilayah pedesaan yang di Banjarnegara sendiri jumlahnya ada 286 Desa. “Kami kesulitan karena media tidak berpihak kepada kami. Ada salah satu media yang semenjak awal masa kampanye sampai sekarang sama sekali tidak pernah mengundang kami, tidak pernah wawancara, bahkan ketika kami undang tidak mau datang. Dan permasalahan kedua adalah sumber dana yang terbatas”

BACA JUGA  MCCC Grobogan Tebar Ratusan Paket Sembako Kepada Warga

Siapa yang akan memimpin Indonesia sudah ditentukan oleh Allah.

Pada kesempatan tersebut Sandi meminta kepada Muhammadiyah untuk saling mendoakan satu sama lain. Ia yakin bahwa siapa yang akan memimpin Indonesia pada tahun 2019 sudah ditentukan oleh Allah dan tugasnya adalah berusaha semaksimal mungkin. Keyakinan itu ia kutip dari ayat Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 26 yang artinya “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Dalam sambutan penutup yang disampaikan oleh H. Sobri selaku ketua PDM Banjarnegara mengatakan bahwa Muhammadiyah dengan senang hati membantu siapapun yang membutuhkan bantuan. Ia mengutip perkataan dari Sekretaris PWM Jawa Tengah, Bisyron Mukhtar yang pernah mengatakan bahwa Muhammadiyah itu “nyah-nyoh”, sebuah ungkapan bahasa Jawa yang bisa diartikan ringan tangan jika diminta bantuan. “siapapun yang meminta bantuan kepada kami selagi meminta untuk kebaikan insyaAllah kami akan bantu sesuai dengan kemampuan” ungkapnya. Hal itu sudah dibuktikan salah satunya pada pembangunan RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara. Awalnya kita tidak punya modal sama sekali dan tidak punya agunan untuk meminjam modal pembangunan RSU. Namun banyak warga Muhammadiyah yang dengan rela meminjamkan sertifikat tanahnya untuk dijadikan agunan dalam pembangunan Rumah Sakit. “begitulah Muhammadiyah, sepi ing pamrih, rami ing gawe, walaupun tidak banyak yang meliput, kita selalu ikhlas untuk berbuat baik” pungkasnya. (Fitran)

BACA JUGA  Hari Guru, Apakah Hanya Sehari?
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts