Sabar Waluyo; Kemakmuran Masjid Bukan Terletak Pada Banyaknya Uang Kas yang Tesimpan

0
473

PWMJATENG.COM, KENDAL – Lazismu sebagai satu – satunya lembaga yang berperan sebagai penghimpun, mentasarufkan, dan memberdayakan ummat memiliki sasaran strategis, diantaranya adalah anggota jamaah masjid, aktivis di rumah Allah dengan segala bentuk ibadah sebagai upaya untuk memakmurkan masjid. Sedangkan masjid bisa disebut makmur tidak terletak pada banyaknya uang infaq dan shodaqah yang terhimpun dan tersimpan di dalam brangkas, tetapi infaq dan shadaqah itu sejauh mana mampu meramaikan dengan kegiatan – kegiatan Islam dan mampu mengangkat kesejahteraan anggota jamaah, sehingga aktifitas mereka sebagai pemakmur masjid tidak terganggu karena faktor ekonomi.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Lazismu Banyumas, Sabar Santoso dalam Rakor Lazismu Daerah Kendal, Ahad (21/10) di aula STIKES Muhammadiyah Kendal. Beliau menjelaskan salah satu strategi pencapaian tujuan persyarikatan adalah melalui Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ). “ Terdapat lima pilar dalam gerakan jamaah dan dakwah jamaah, yaitu gerakan shalat jamaah, gerakan kajian Islam intensif, gerakan Lazismu, gerakan pemberdayaan masyarakat, dan gerakan mobilisasi persyarikatan “.

Terkait dengan gerakan Lazismu, Sabar menegaskan bahwa Lazismu mempunyai peran strategis dalam melakukan GJDJ, karena Lazismu menjadi penopang dalam program perberdayaan jamaah, terutama pemberdayaan ekonomi dan laju organisasi. Beliau juga menjelaskan penguatan Lazismu terletak pada seluruh komponen dalam menggerakkannya. “ Ruh Lazismu terletak pada kampanye gerakan Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Dana Sosial Keagamaan (ZISKA) secara terstruktur dan sistematis melalui pembelajaran/pemahaman yang benar dan baik secara syariah maupun perundangan “ ujarnya. Menyinggung tentang manajemen Lazismu satu atap, Sabar mengakui, sampai saat iini manajemen tersebut masih belum bisa diterima oleh pimpinan dan AUM. “ Maka perlu penguatan pemahaman dan langkah jelas manajemen Lazismu satu atap. “ tegasnya lagi. Ruh Lazismu yang tidak kalah penting menurut Sabar Waluyo adalah kader zakat. “ Kader zakat meliputi muzakki, amil, dan da’i “

Lebih lanjut Sabar mengatakan agar Lazismu lebih dipercaya oleh masyarakat setiap kantor Lazismu terdapat sarana dan prasarana yang mudah diakses, “  Lazismu bisa disebut berkelas jika terdapat penguatan kantor layanan dan sistem informasi manajemen yang amanah,  transparan, akuntable, dan pentasarufan yang tepat sasaran.”

Lazismu Jawa Tengah dalam perkembangannya menuju pengelolaan yang syar’i dan sesuai perundangan menurut Sabar masih memiliki tantangan. “ Masih adanya pimpinan dan pimpinan AUM yang belum faham tentang manajemen Lazismu satu atap,  masih adanya ustadz yang kurang suka dengan pemahaman tekstual – kontekstual. Masih adanya sikap egois, kedaerahan. Pelaksana yang masih bekerja setengah hati. “ tutup Sabar ( Dyah Anggraeni/MPI Kendal )