Rektor UMP Lepas KKN di 8 Kabupaten secara Daring

Rektor UMP Lepas KKN di 8 Kabupaten secara Daring
Rektor UMP Lepas KKN di 8 Kabupaten secara Daring

PWMJATENG.COM – Rektor UMP Lepas KKN di 8 Kabupaten secara Daring. Adanya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk mendorong mahasiswa dalam mengabdi dan berkontribusi di masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UMP Dr Jebul Suroso serta ketua LPPM Dr Suwarno beserta jajarannya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP, Dr Suwarno dalam sambutannya mengatakan KKN untuk UMP ini diikuti oleh 1120 mahasiswa yang berasal dari seluruh fakultas yang ada di UMP kecuali fakultas kedokteran yang sudah mengikuti KKN di semester gasal lalu.

“Dari 1120 mahasiswa ini ditempatkan di 8 Kabupaten yang terdiri dari 56 Kecamatan dan 102 Kelurahan atau Desa. Untuk KKN tahun ini kita sedikit agak berbeda dengan KKN sebelumnya yaitu mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih Desa dan menentukan kelompoknya masing-masing,” jelasnya, Kamis, (21/1/2020).

BACA JUGA  478 Mahasiswa PTM se-Indonesia Ikuti PSM di UMP

Menurutnya, karena kegiatan KKN kali ini adalah KKN tematik percepatan penanganan Covid 19 maka program kegiatan KKN 60% lebih harus bertemakan tentang Covid, baru kegiatan yang lain.

“Untuk program yang tidak boleh ditinggalkan dan sifatnya wajib adalah gerakan subuh berjamaah, ini menjadi ciri khas KKN UMP,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMP Dr Jebul Suroso mengatakan KKN kali ini dipastikan mahasiswa yang mengikuti dinyatakan sehat dengan dibuktikan dengan hasil rapid non reaktif dan sudah mendapatkan pembekalan dari kampus.

“Saya lepas (KKN ini) setelah Kami mendapatkan beberapa jaminan. Pertama mahasiswa itu sehat sehingga tidak membahayakan diri sendiri bagi mahasiswa dan juga tidak menjadi penyebab sakit orang yang kedatangan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil rapid bagus non reaktif,” jelasnya.

BACA JUGA  Muhammadiyah Banjarnegara Resmikan Kantor Layanan Lazismu

Menurutnya hal itu bisa menjadi berubah hasil kalau kita tidak menjaga diri. Kedua saat berangkat ke lokasi KKN sudah mendapatkan restu dan izin dari orang tua dan yang ketiga adanya pembekalan yang sangat lengkap bisa mendapatkan laporan dari ketua LPPM dan juga dari ketua KKN yang intinya mahasiswa telah mendapatkan pembekalan.

“Pembekalan bukan hanya terkait dengan Program KKN. Lebih dari itu adalah konsep tips yang saya kira sudah disampaikan. sampai dengan manajemen resiko yang mungkin harus diambil ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan itulah maka kemudian Kami di UMP saya selaku Rektor nanti akan melepas mahasiswa untuk melakukan KKN,” jelasnya.

BACA JUGA  PDM Kota Semarang Gelar Baitul Arqam di Bandungan

Rektor juga berharap mahasiswa KKN dapat berkolaborasi baik dengan UMP bahwa masing-masing memberikan kontribusi dan menerima manfaat lebih dari itu dampak dari kolaborasi.

“Panitia KKN yang sudah memberikan pembekalan, mudah-mudahan peserta KKN bisa berjalan dengan lancar dan selamat serta bisa mendapatkan nilai maksimal yang bisa bermanfaat untuk proses percepatan penanganan Covid 19 berjalan dengan lancar sukses serta lainnya nanti akan diberi kesehatan selalu mendapat perlindungan Allah SWT,” pungkasnya. (feb/tgr)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts