AUMBerita

Rahasia Mahir Jahit ala Anak SD Muhammadiyah PK Solo, Inilah Teknik Feston yang Membuat Mereka Jago Menjahit Tanpa Mesin!

PWMJATENG.COM, Surakarta –  Sebanyak 82 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menjalani praktik keterampilan menjahit dengan teknik feston, menciptakan momen berharga dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat dan antusiasme pada Kamis (1/2/2024) di sekolah setempat.

Teknik feston, sebuah seni kerajinan menjahit yang menggunakan kain flanel sebagai bahan utama, menjadi sorotan utama praktik ini. Meskipun teknologi pembuatan pakaian terus berkembang, teknik tusuk jahit manual tetap relevan, terutama dalam pembuatan pakaian seperti taplak meja, renda meja, dan selimut.

Guru pengampu SBdP, Eka Pratiwi Nugrahini, menjelaskan bahwa tujuan praktik ini bukan hanya untuk memahami prosedur kerja suatu kegiatan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada para murid. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk melatih kemandirian dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh para murid.

“Praktik ini sejalan dengan pembelajaran SBdP KD 3.4, yang fokus pada pengetahuan teknik potong, lipat, dan sambung. Kami berharap, karya yang dihasilkan oleh para murid bisa dijual saat kegiatan market day, sehingga mereka dapat belajar jiwa kewirausahaan sejak dini,” ungkap Eka.

Baca juga, Jamaluddin Ahmad: Masjid sebagai Pusat Spiritualitas dan Kegiatan Persyarikatan

Sebelum melakukan praktik, murid-murid telah mendapatkan bekal teori dan menonton video tutorial menjahit dengan teknik feston. Untuk menambah keseruan, peran orang tua dalam menyediakan alat dan bahan, serta membantu menggambar pola, sangat diapresiasi dalam kegiatan ini.

Eka menjelaskan langkah-langkah teknik feston kepada para murid. Pertama, mereka diminta untuk menggabungkan kedua kain flanel, lalu tusukkan jarum dari dalam kain menuju ke luar kain flanel. Kedua, jarum diarahkan ke sebelah kiri dari keluarnya, kemudian tusukkan ke bagian depan hingga keluar di sisi luar kain belakang. Ketiga, tarik benang dan sisakan sedikit celah, kemudian masukkan benang yang keluar. Keempat, ulangi langkah-langkah tersebut hingga jahitan terakhir.

Salah satu murid kelas III, Keyto Putri Arraudah, menyatakan antusiasmenya mengikuti kegiatan praktik SBdP ini. “Saya sangat antusias karena ternyata hasil jahitan yang rapi tidak selalu memerlukan mesin. Teknik feston menjadi alternatif untuk membuat dekorasi menjadi indah, asalkan kita menggunakan benang yang mencolok agar motif jahitannya terlihat,” ungkapnya.

Kontributor : Nikmah Hidayati
Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE