Tokoh

Profil Mukardi, Peraih Muhammadiyah Award 2023; Dari Bojonegoro ke Bumi Wongkitogalo

PWMJATENG.COM, Semarang – Mukardi, seorang pemuda (saat itu) yang tampil dengan semangat menggebu, memulai perjalanan panjangnya untuk mengubah pemandangan pendidikan di Sumatera Selatan. Setelah menggenggam ijazah dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bojonegoro pada tahun 1988, Mukardi memutuskan merantau ke Sumatera Selatan dengan tujuan mencari panggilan sebagai guru. Meski penuh tekad, ia harus merintis sekolah pertamanya, suatu langkah penting dalam misinya.

“Pada tahun 1988, setelah saya lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Bojonegoro, Jawa Timur, saya menuju ke Pulau Sumatera menyusul paman saya yang sudah ada di sana. Saya kemudian mengajukan diri sebagai guru honorer di salah satu SD, yaitu SD 1 Sidomulyo waktu itu. SMP Muhammadiyah 1 Maura Padang, itu adalah sekolah pertama yang saya dirikan pada tahun 1995. Meskipun pada saat itu belum ada rangkai Muhammadiyah, tapi kami memiliki sekitar 10 rekan guru dari SD maupun SMA yang berstatus sebagai guru PNS. Kemudian kami merekrut mereka untuk mendirikan sekolah pada tahun 1995 di Desa Air Gading, Jalur 20, Keselamatan, Muara Padang,” ujar Mukardi dengan penuh semangat, merangkai kisah perjuangannya.

Baca juga, Muhammadiyah di Usianya yang ke-111: Ikhtiar Menyelamatkan Semesta

Perjalanan Mukardi dalam merintis Sekolah Muhammadiyah membawanya pada perjalanan selama dua hari menyusuri sungai, rawa, dan laut di pedalaman Sumatera hanya untuk menghadiri rapat yang berlangsung selama dua jam di Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten.

“Daerah tersebut adalah daerah perairan, yang berarti antar kecamatan dipisahkan oleh sungai besar. Sungai besar itu hanya bisa dilalui dengan perahu. Jadi, kami mengangkat sepeda motor ke perahu dan kemudian bermotor lagi selama sekitar 1 hingga 2 jam untuk sampai ke sekolah yang dituju. Kami harus ke Ibu Kota Kabupaten, yaitu Pangkalan Balai (Banyuasin), untuk mengurus perizinan sekolah dan rapat. Jaraknya sekitar 150 km dari rumah saya ke Pangkalan Balai,” tambah Mukardi, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua PWM Sumsel.

Tidak jarang, ia juga harus menginap di tengah kebun sawit saat mengunjungi sekolah-sekolah yang telah ia rintis.

“Kejadian ketika saya harus menginap disebabkan oleh jalan yang tidak layak untuk mobil dan kendaraan (motor). Karena itu jalan di kebun sawit, jika terkena hujan, menjadi lengket. Setelah lengket, tidak bisa melanjutkan perjalanan. Tidak bisa maju, tidak bisa mundur. Akibatnya, kami harus bermalam. Itulah yang kami alami, yaitu bermalam di kebun sawit,” lanjutnya.

Pak Mukardi telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, bukan hanya sebagai pendidik, melainkan juga sebagai pemimpin yang penuh kepedulian. Kisah hidup Mukardi adalah bukti bahwa dengan tekad, semangat, dan cinta terhadap pendidikan, seseorang mampu mengubah dunia. Sejak mendirikan Sekolah Muhammadiyah pertamanya pada tahun 1995, hingga sekarang, Mukardi telah berhasil mendirikan 29 Sekolah Muhammadiyah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, SMK, dan MA. Dedikasinya sebagai warga Muhammadiyah terus berlanjut, tanpa henti memberikan kontribusi positif untuk pendidikan.

Baca juga, Transformasi Kepemimpinan Nasional: Membangun Kebijakan Publik yang Lebih Inklusif dan Berkeadilan

Berikut daftar sekolah yang ia rintis,

  1. TK ABA 1 Sidomulyo 20, Muara Padang berdiri 2002
  2. TK ABA 2 Sumber Makmur, Muara Padang berdiri 2003
  3. TK ABA 3 Sugihwaras, Muara Sugihan berdiri 2004
  4. TK ABA 4 Argomulyo, Muara Sugihan berdiri 2005
  5. TK ABA 5 Sidorejo, Muara Padang berdiri 2005
  6. TK ABA 6 Daya Muri, Muara Sugihan berdiri 2006
  7. TK ABA 7 Rejosari, Muara Sugihan berdiri 2006
  8. TK ABA 8 Sumber Mulyo, Muara Sugihan berdiri 2006
  9. TK ABA 9 Beringin Agung, Muara Sugihan berdiri 2009
  10. TK ABA 10 Tirtoraharjo, Muara Padang berdiri 2012
  11. TK ABA 11 Margosugihan, Muara Padang berdiri 2013
  12. TK ABA 12 Tirtoraharjo, Muara Padang berdiri 2013
  13. TK ABA 13 Air Gading, Muara Padang berdiri 2014
  14. TK ABA 14 Margomulyo 20, Muara Padang berdiri 2018
  15. TKABA 15 Tanjung Baru, Muara Padang berdiri 2018
  16. TK ABA 16 Srikaton, Air sale berdiri 2017
  17. TK ABA 17 Juru Taro, Muara Sugihan berdiri 2020
  18. TK ABA 18 Karang Anyar, Muara Padang berdiri 2020
  19. KB Aisyiyah 1 Sidomulyo 20 Mara Padang berdiri 2021
  20. KB Aisylyah 2 Daya Murni, Muara Sugihan berdiri 2022
  21. KB Aisviyah 3 Margomulyo 20, Muara Padang berdiri 2022
  22. KB Aisviyah 4 Sidorejo, Muara Padang berdini 2022
  23. SMP Muhammadiyah 1 MP Air Gading, Muara Padang berdiri 1995
  24. SMA Muhammadiyah 1 Muara Padang, Daya Makmur, Muara Padang berdiri 2005
  25. SMP Muhammadiyah 2 Mara Sugihan, Daya Mumi Muara Sugihan berdiri 2013
  26. SMK Muhammadiyah 1 Muara Sugihan, Daya MurniMuara Sugihan berdiri 2016
  27. SMA Muhammadiyah 1 Air Saleh, Srikaton, Air Saleh berdiri 2017
  28. SMP Muhammadiyah 1 Air Saleh, Srikaton, Air Saleh berdifi 2018
  29. Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Muara Padang, Air Gading, Muara Padang berdiri 2022

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.