Berita

Bukan Sekadar Bermain, Begini Cara KB ‘Aisyiyah Kutoarjo Ajarkan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Ratusan siswa KB ‘Aisyiyah Kutoarjo belajar tentang disiplin dan kerja sama melalui simulasi permainan edukatif Hizbul Wathan di Alun-Alun Kutoarjo, Rabu (3/6/2026), guna mengoptimalkan pendidikan karakter anak usia dini sejak masa emas.

Transformasi Belajar di Luar Kelas

Suasana di Alun-Alun Kutoarjo pada Rabu (3/6/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa KB ‘Aisyiyah Kutoarjo mengikuti kegiatan Pandu Hizbul Wathan (HW) dengan antusias. Mereka tidak duduk diam di dalam kelas, melainkan aktif bergerak dalam berbagai permainan edukatif.

Program ini menjadi ruang nyata bagi anak untuk belajar kerja sama dan disiplin secara menyenangkan. Pengalaman belajar di ruang terbuka terbukti efektif merangsang keberanian serta kecerdasan sosial anak. Interaksi langsung dengan lingkungan sekitar membangun kepercayaan diri yang sulit didapat di ruang kelas konvensional.

Kepala KB ‘Aisyiyah Kutoarjo, Pusposari, S.Pd., menekankan pentingnya metode ini bagi perkembangan siswa. “Kami ingin anak-anak belajar kepanduan agar menjadi kader yang islami, tangguh, dan berkarakter,” ujarnya. Ia meyakini bahwa usia dini adalah masa emas untuk menanamkan nilai tanggung jawab melalui pendekatan yang mudah dipahami.

Strategi Membentuk Karakter Tangguh

Kegiatan ini melibatkan pendampingan khusus dari Ketua Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Purworejo, Burhan Utamsi, S.Pd., bersama tim UMPWR. Mereka merancang simulasi yang melatih kekompakan serta kemampuan memecahkan masalah sederhana bagi para peserta didik.

Metode fun learning ini sengaja dipilih agar nilai-nilai kepanduan terserap tanpa beban. Anak-anak tampak tertawa ceria saat menyelesaikan tantangan kelompok bersama teman-teman sebayanya. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan karakter anak usia dini bisa berjalan efektif melalui jalur permainan.

“Kepanduan bukan sekadar baris-berbaris atau permainan, tetapi bagaimana membentuk karakter anak agar memiliki jiwa kepemimpinan, mandiri, serta mampu bekerja sama dengan orang lain,” jelas Burhan Utamsi, S.Pd. Menurutnya, langkah ini menjadi strategi krusial untuk mencetak generasi penerus yang berkarakter kuat.

Selain aspek kedisiplinan, kegiatan ini mempererat ikatan antara guru dan siswa di luar rutinitas sekolah. Orang tua pun menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah kreatif dalam pengembangan bakat. Harapannya, semangat kepanduan ini terus tumbuh menjadi fondasi bagi kemandirian anak di masa depan.

Kontributor: Akhmad Maulidin
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *