Pemilihan Ketua OSIS dan IPM SMK Muhammadiyah 1 Semarang Digelar ala Pemilu

0
746

PWMJATENG.COM, Semarang – Pendidikan sistem demokrasi di Indonesia perlu diterapkan ke semua kalangan, tak terkecuali para pelajar sekolah menengah, seperti yang dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 1 Semarang, selasa (31/10) para siswa menyelenggarakan pemilihan ketua Osis dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dengan mengadopsi sistem pemilu yang sudah berjalan di negara ini.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dibentuk dan semuanya terdiri dari para siswa, Kemudian tempat pemungutan suara pun di desain seperti KPPS pada umumnya, tak ketinggalan model kertas suara yang sudah mirip kertas suara saat pilkada.

Lukman, wakil kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, mengatakan bahwa pendidikan politik untuk pelajar itu suatu kebutuhan, sehingga para siswa melek politik dan faham tentang demokrasi.

“Pendidikan politik di sekolah terutama dalam golongan pemilih pemula,itu sebagai sebuah kebutuhan, dengan adanya pemilihan ketua Osis yang sama seperti pemilu presiden atau pilkada diharapkan siswa menjadi melek politik, sehingga mereka bisa memahami bagaimana politik dan demokrasi di luar sana, sehingga mereka bisa melaksanakan pemilihan dan kontestasi yang ada” terangnya.

Kegiatan tersebut sebetulnya merupakan inisiasi dari kesbangpolinmas dan KPUD Kota Semarang, yang menyelenggarakan lomba pemilihan ketua Osis dengan mengadopsi pemilu untuk dilaksanakan di sekolah masing-masing, sehingga para peserta lomba termasuk SMK Muhammadiyah 1 Semarang, sebelumnya telah diberi pelatihan proses dan tekhnis penyelenggaraan pemilu di sekolah masing-masing.

“Acara ini bekerjasama dengan KPUD Kota Semarang, mereka sudah di beri pelatihan dan simulasi, sehingga pelaksanaan hari ini sudah sesuai dengan praktek-prektek pemilihan, panitia juga diajarkan bagaimana menjadi panitia pemilihan, dan juga dilatih menjadi KPPS, sehingga nanti saat acara pemilihan mereka bisa ketika usia memenuhi syarat, bisa menjadi KPPS di daerah masing- masing” lanjut Lukman.

Fauzin, dewan juri yang ditugaskan oleh panitia lomba untuk menilai karya siswa SMK yang terletak di jalan Indraprasta Kota Semarang itu menerangkan bahwa lomba ini dikhususkan bagi tingkatan SMA Sederajat untuk mengenalkan siswa dengan pemilihan ketua osis dengan mengadopsi sistem pemilu” lomba pemilihan ketua osis untuk tingkat SMA, SMK, MA, diikuti sekitar 50 sekolah, ini program kesbangpolinmas, dengan maksud untuk mengenalkan lebih dekat kepada siswa tentang pemilihan ketua osis dengan mengadopsi pemilu pilkada” tegasnya.

Adapun kriteria penilaian lomba tersebut adalah dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan dokumentasi, kreatifitas dalam penyelenggaraan pemilos di masing-masing sekolah.

Sebagai ketua KPPS, Egidia Indah Larasati, menyampaikan kesannya telah mendapatkan ilmu tentang demokrasi dan pemilu, “Saya jadi tau bagaimana menyelenggarakan pemilu dengan adil, jujur dan bertanggung jawab, harapannya semoga para pelajar faham tentang pemilu dan sistem demokrasi di indonesia” kata Egi.

dalam pemilos tersebut terdaftar pemilih tetap sebanyak 434 dan terdapat 4 orang calon ketua Osis (*)