BeritaKolom

Meraih Fitri Bersama Muhammadiyah

Meraih Fitri Bersama Muhammadiyah

Oleh : As’ad Bukhari, S.Sos., MA.*

PWMJATENG.COM – Setelah melewati ibadah shiyam ramadhan selama 30 hari dalam hitungan hisab Muhammadiyah, banyak perjalanan spritual yang telah dilalui. Memperbanyak amal ibadah, amal soleh dan amal hasanah di bulan ramadhan merupakan sebuah kewajiban tahunan yang memang menjadi bulan khusus umat manusia yang telah Allah berikan. Dari ibadah sholat fardhu lima waktu, puasa, zakat, umroh bagi yang mampu, sholat tarawih, witir, qiyamul lail, tadarus, tilawah, kajian ramadhan subuh, jelang berbuka dan tausiyah ramadhan jelang tarawih. Banyak amalan yang telah dilalui sesuai pemahaman dan perjalanan spritual masing-masing.

Ketika ramadhan Allah membakar segala dosa keburukan, kesalahan, dan kekhilafahan manusia selama 11 bulan lamanya sebelum datangnya hari kemenangan. Ramadhan adalah bulan maghfiroh, hidayah dan tarbiyah yang diajarkan Allah kepada hambanya yang beriman di jalan Nya. Bulan maghfiroh artinya bulan penuh ampunan oleh Allah sang Maha pengampun, Maha Pemaaf, Maha penerima taubat manusia. Baik dosa kesalahan disengaja atau tidak disengaja dan sadar maupun tidak disadari. Bulan Hidayah artinya Allah memberikan petunjuk bagi manusia agar selalu taat, selamat dan penuh rahmat. Yang mungkin selama ini lalai di jalan Allah dan Rasul, meskipun merasa tahu secara ilmu dan teori akan tetapi lemah dari praktik, amaliyyah dan fi’liyah. Bulan tarbiyah artinya Allah mendidik dan memberikan pendidikan selain ramadhan agar manusia senantiasa haus ilmu pengetahuan dan secara terus menerus dalam didikan keimanan, sebab godaan hawa nafsu syaitoni selalu ada tak ada habisnya. Itulah kenapa ramadhan selalu dinantikan dan diinginkan bagi yang mencintai Allah dengan muhabbah dan muroqobah.

Baca juga, Lokasi, Khatib, dan Imam Salat Idulfitri Jawa Tengah Tahun 2024

Sebagai warga Muhammadiyah tentu melewati ramadhan selalu berbeda di setiap tahunnya dan selalu asing dengan yang lainnya pada umumnya. Sebab, Muhammadiyah mencerdaskan dan mencerahkan umat manusia pada semesta. Tak luput pula bahwa pastinya sebagai warga Muhammadiyah, Kader Muhammadiyah, pimpinan Muhammadiyah, simpatisan Muhammadiyah dan Muhammadiyah kultural memiliki banyak kekurangan baik dengan sesama keluarga besar Muhammadiyah maupun antara pimpinan dengan anggota dan juga kepada umat islam pada umumnya yang tak pernah disadari. Pentingnya kembali ke jalan Allah dan Rasul Nya seperti yang telah diajarkan Kiyai Ahmad Dahlan dalam membesarkan Muhammadiyah tentunya.

Meraih fitri bersama Muhammadiyah merupakan upaya upaya jalan mendapatkan keselamatan bersama persyarikatan dalam gerakan dakwah yang dipilih untuk mengantarkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Meraih kemenangan bersama Muhammadiyah tentu bukan pilihan yang mudah, di saat semua kalangan masih banyak yang tidak memahami dan bahkan masih menihiilkan eksistensi Muhammadiyah yang secara usia padahal menuju abad keduanya. Kemenangan Muhammadiyah terhadap negerinya ini tak perlu lagi dipertanyakan dan haus pujian apalagi pengakuan, sebab akan terus beramal nyata walau semesta merendahkan nya, sebab tugasnya hanya menactu ridho Allah semata. Sebagai warga Muhammadiyah tentu harus memiliki rasa kebahagiaan dan kebanggaan yang tidak akan padam di dalamnya hatinya. Sebab, Muhammadiyah yang telah memberikan jalan keselamatan dan kemenangan dalam kebaikannya.

Bermuhammadiyah tak kenal lelah dan menyerah walaupun banyak tantangan dalam gerakan dakwah ini di era digital dan di bumi nusantara yang masih jauh kata ideal sebagai bangsa yang berkemajuan. Dakwah islam berkemajuan yang belum dapat dipahami dan diterima bangsa ini yang padahal telah banyak tokoh Muhammadiyah menjadi pahlawan serta sejarah pendiri negara ini. Ikhlas tanpa pamrih adalah penilaian yang lebih tepat untuk Muhammadiyah yang telah lahir di era pra revolusi sampai era reformasi tahun ini. Semoga warga Muhammadiyah di manapun berada kembali dalam fitri dan menjadi agen penyebar islam berkemajuan yang mencerdaskan dan mencerahkan semesta. Kembali pada fitrahmu merupakan perjalanan spritual yang diberikan oleh Allah agar kembali kepada Rabbul Alamin. Semangat berdakwah terus dilakukan hingga sampai bertemu pada ramadhan selanjutnya dan syawal meriah fitri selanjutnya bersama Muhammadiyah membangun negeri dengan nilai islam berkemajuan yang rahmatan lil alamin.

*(Alumni Pendidikan Intensif Muballigh Muda Berkemajuan)
Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE