MDMC Muhammadiyah Obati Pasien Patah Tulang Kaki

0
519

PWMJATENG.COM, PALU – Relawan dari MDMC Muhammadiyah berhasil menemukan pasien patah tulang kaki (close fraktur femur) di camp pengungsian Pitulempa, Ombo Sirenja. Ahad (04/11). Tim yang dipimpin dr. Frisca Maya dari MDMC PKU Bantul setiap hari berkeliling dari satu tenda ke tenda yg lain untuk melihat kondisi kesehatan Pengungsi.

Setelah tim berkoordinasi internal dan mendapat arahan dari dr.Din selaku koordinator medis MDMC yang bermarkas di Unismuh, tim melanjutkan koordinasi kepala  Puskesmas Tompe, Sirenja dan esok harinya pasien di bawa ke RS Undata dengan mobil ambulan milik PWM Sulawesi Selatan yang diperbantukan untuk Stand by di Posyan Sirenja.

Pasien atas nama Reva (l 5 tahun)  anak dari pasangan Syukri dan Mina  ditemukan relawan dalam kondisi lemah terbaring di tenda Pengungsi , ditemani sang ayah yang saat ini telah ditinggal istri dan anak pertamanya karena sunami di anjungan pada kejadian saat itu.

” Rombongan keluarga dari sini menggunakan satu mobil Elf, ada 15 orang yang ikut dalam rombongan itu untuk liburan sekaligus menyaksikan festival di Palu. Pada saat kejadian, entah bagaimana ceritanya istri dan anak-anak saya terhantam ombak dan hilang sampai sekarang, sedangkan anak saya Reval ini ditemukan dua hari pasca sunami tersangkut di pintu kulkas yang terhantam ombak. Kalau bukan kuasa Allah mungkin saat ini saya tinggal sendiri. ” Ayah Reval, Syukri menuturkan kepada Relawan dengan terbata bata.

Camp pengungsian Pitulempa adalah salah satu dari puluhan camp pengungsian yang ada di kecamatan Sirenja. Berjarak kurang lebih dua kilometer dari jalan utama melewati kebun kelapa, jalan rusak berlobang tak menyurutkan Relawan MDMC untuk mobile menyambangi warga terdampak bencana. kondisi pengungsian semakin hari semakin kumuh karena genangan air dan sampah yg berserakan, camp ini sejumlah 15 KK dan tercatat ada 63 jiwa.

” Bantuan tenda dari bapak sangat membantu sekali, dua Minggu kami menggunakan terpal seadanya, kalau hujan saling berdempetan mencari ruang yang tidak bocor, yang penting anak-anak tidak bangun, ditambah lagi kami harus waspada juga dengan angin yang terkadang besar bisa menjatuhkan buah kelapa diatas kami. ”  Ungkap  Norma, salah satu penghuni camp Pitulempa yang saat ini menempati tenda ukuran empat kali delapan dengan enam anggota keluarganya.

Muhammadiyah Disaster Managementnya Center (MDMC ) melalui kerjasama dengan donatur menyalurkan ratusan tenda darurat di wilayah terdampak bencana gempa dan tsunami Sulawesi tengah dengan delapan titik pos pelayanan ( Posyan )

Selain itu, pada rolling tim medis dari PKU Muhammadiyah Wonosobo juga menemukan pasien usus buntu di camp yang sama dan bertindak cepat untuk dilakukan operasi di RS Undata Palu.(hans-mdmc)