LazisMu Kendal Gelar Rakor, Sutiyono Targetkan Rp 500 Juta

0
339

PWMJATENG.COM, KENDAL – Lazismu Kendal menggelar Rakor yang diikuti oleh 265 peserta. Mereka adalah utusan dari PCM, PRM, dan AUM se Kab.Kendal. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (21/10) dibuka oleh Sekretaris Lazismu Jateng, Alwi Mashuri. Dikatakan oleh Alwi, seluruh kantor Lazismu Daerah harus memiliki standar operasional, diantaranya mudah diakses, dilihat, memiliki minimal dua ruangan, juga memiliki standar SDM yang berkualifikasi. “ Setiap kantor Lazismu Daerah minimal harus memiliki manajer eksekutif dan pegawai bagian akuntansi “ katanya.

Terkait dengan perkembangan Lazismu di Jawa Tengah Alwi menjelaskan tahun sebelumnya WTP (Wajar Tanpa Kecualian) diperoleh Lazismu PP Muhammadiyah diaudit dan hal itu akan diberlakukan di Lazismu Wilayah dan Daerah. “ Lazismu Wilayah telah melakukan survei di semua Lazismu Daerah dan ditemukan tiga kelompok Lazismu Daerah “ ujar Alwi.

Ke tiga katagori Lazismu terkait dengan persiapan menghadapi audit menurut Alwi adalah Lazismu Daerah yang betul – betul  siap diaudit, Daerah yang perlu didorong untuk disempurnakan, dan Daerah yang tidak ada persiapkan sementara kita tidak berikan ijin. “ Dan Lazismu Daerah Kendal masuk kelas A, siap diaudit dan ditata dengan sempurna “ kata Alwi disambut aplous peserta. Ditegaskan oleh Alwi sesuai dengan undang – undang nomor 23 tahun 2011 dan SK PP Muhammadiyah nomor 01 tahun 201, bahwa Lazismu hanya sampai ditingkat Daerah kabupaten/Kota, sedangkan ditingkat Cabang kita sebut dengan kantor layanan. “ Sedangkan untuk pelaksanaan pentasarufan ditingkat Wilayah dan Daerah “ tutur Alwi. Keberadaan Lazsimu Daerah Kendal, beliau berharap bisa menjadi motor, penggerak dan pionir. “ Kami katakan sejarah dan gerakan sadar zakat Muhammadiyah itu berawal dari Kendal melalui Bapelurzam, maka saya berharap Kendal menjadi pionir dalam menggerakan profesionalisme zakat di Jawa Tengah “ katanya.

Ketua Lazismu Daerah Kendal, Sutiyono mengatakan perolehan ZIS di Kendal masih menempati posisi 5 besar di Jawa Tengah, yaitu Karanganyar, Sragen, Solo, Klaten, dan Kendal. “ Kunci pokok kesuksesan perolehan ZIS terletak pada tingkat keaktifan di tingkat Cabang “ katanya. Sutiyono berharap Kendal bisa menembus lebih baik. “ Insya Allah kita akan menembus angka 5 ratus juta dalam perolehan ZIS. “ Menurut beliau Lazismu keberadaannya harus menyesuaikan perundang – undangan yang berlaku. “ Kita hidup di Indonesia yang menghimpun zakat adalah amil yang bersertifikat dan diijinkan oleh Baznas, dan Muhammadiyah hanya Lazismu yang telah mengantongi ijin “ ungkap Sutiyono.

Rakor Lazismu Kendal menghadirkan Direktur Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo. Dalam ceramahnya beliau memaparkan eksistensi Lazismu sebagai urat nadi. “ Lazsimu akan menjadi kekuatan raksasa yang berfungsi sebagai urat nadi persyarikatan apabila dikelola secara optimal dan profesional “ katanya.

Menurut Sabar, basis kegiatan Lazismu adalah di masjid bersama dengan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ). “ Agar Lazismu sebagai urat nadi Muhammadiyah maka harus dikelola dengan manajemen satu atas agar menghasilkan manfaat dakwah persyarikatan yang lebih dahsyat “ pungkasnya. (Dyah Anggraeni/MPI Kendal)