PWM Jateng

Ketua PWM Jateng : Santri Dimsa Harus Menguasai Ilmu Alat sekaligus Menghafal Qur’an

PWMJATENG.COM, Semarang¬†‚ÄstBertempat di lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Tengah, Jl. Singosari No. 33 Pleburan, Kota Semarang, Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag. menerima silaturahim 40 santri Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa), Sabtu (21/01/2023).

Kunjungan puluhan santri angkatan pertama MA Dimsa ini dalam rangka silaturahim dan thalabul ilmi secara langsung kepada Ketua PWM Jawa Tengah.

Hadir secara langsung Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag., Kepala Kantor PWM Jawa Tengah Mundjirin Mz, S.Pd., Kepala MA Ponpes Dimsa Sragen Fuad Ibrahim, S.M. serta jajaran ustaz ustazah MA Ponpes Dimsa Sragen.

Di awal sambutannya, Kepala MA Ponpes Dimsa Sragen Fuad Ibrahim, S.M. menyampaikan tujuan dan maksud para santri MA Ponpes Dimsa Sragen bersilaturahim dengan Ketua PWM Jawa Tengah.

“Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ketua PWM Jawa Tengah Kiai Tafsir yang sudah berkenan menerima para santri angkatan pertama MA Dimsa. Adapun tujuan silaturahim ini agar para santri dapat thalabul ilmi secara langsung dengan Ketua PWM Jateng. Selain itu kami berharap Kiai Tafsir berkenan memberikan nasehat kepada para santri MA Dimsa yang notabenenya merupakan angkatan pertama,” ungkap Fuad Ibrahim.

Baca juga, Majelis Lembaga Persyarikatan Harus Diisi Anak Muda!

Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag. di tengah-tengah kesibukannya dapat menyambut secara langsung rombongan MA Ponpes Dimsa Sragen.

Kiai Tafsir di awal pembicaraannya menyampaikan selamat datang dan ungkapan terimakasih kepada rombongan MA Ponpes Dimsa yang sudah berkunjung ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Selanjutnya, Kiai Tafsir menyampaikan bahwa sebagai santri MA Ponpes Dimsa Sragen, mempelajari ilmu-ilmu agama dan hafalan Al-Qur’an merupakan suatu hal yang biasa dan harus dibiasakan.

“Santri Dimsa apalagi santri MA mempelajari ilmu alat seperti nahwu sharaf sudah biasa dan harus dipelajari dengan tekun. Dan tentu saja tetap menghafalkan Al-Qur’an,” ungkap Kiai Tafsir.

Ia menambahkan bahwa saat ini Muhammadiyah masih kekurangan santri yang mempelajari ilmu-ilmu alat, seperti nahwu, sharaf, dsb.

“Muhammadiyah masih kekurangan muballigh yang ahli di bidang ilmu-ilmu alat. Sehingga Muhammadiyah akhirnya kering akan ilmu pengetahuan tentang kebahasaan, berbeda dengan NU,” imbuhnya.

Kiai Tafsir kemudian berpesan agar para santri bisa serius memperdalam ilmu keagamaan, ilmu alat, dan hafalan Al-Qur’an agar nantinya para santri MA Dimsa Sragen dapat menjadi kader ulama penerus¬†persyarikatan.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE