BeritaKolom

Jangan Salahkan Rakyat, Salahkan Penguasa!

Jangan Salahkan Rakyat, Salahkan Penguasa!

Oleh : Rudi Pramono*

PWMJATENG.COM –  Lepas dari soal anekdot ‘Pemilu Indonesia sebagai pemilu yang tercepat di dunia, karena belum pemilu sudah diketahui hasilnya’, kemenangan Paslon 2 menyadarkan kita bahwa ternyata rakyat tidaklah peka dengan sesuatu yg berkaitan etika, aturan dan moral bernegara.

Oky, seorang sosiolog mengatakan bahwa rakyat tidak bisa disalahkan, karena mereka dibentuk oleh sistem politik, ekonomi, sosial. Mungkin lebih mudahnya di buat oleh realitas politik, ekonomi dan sosial, ketika pemilu amplop tersebar kemana-mana, bansos menjadi sebuah tradisi ritual tahunan, kesempatan masyarakat mengambil manfaat untuk pribadi/kampung, apalagi kemudian ada ancaman kalau tidak terima bansos nanti tidak dapat lagi, dst. Jadi ada situasi yg membuat rakyat memahami pemilu sebagai saat untuk mengambil manfaat baik untuk pribadi atau masyarakat. NPWP : Nomor Piro Wani Piro. Rakyat digiring untuk tidak kritis.

Selain itu dalam realitas sosial soal nepotisme/orang dalam itu sudah membudaya jadi sudah dianggap biasa bahkan wajar (permisif), soal Gibran itu anak Jokowi nggak ‘ngaruh’. Mengapa mereka pilih Prabowo karena satu kata : tegas/militer mereka merasa terlindungi, seperti analisa Erick Form yg melihat kemenangan Hitler karena figur yg kuat tegas, meskipun akhirnya semua kecewa.

Semua itu justru dilakukan oleh para calon/pemegang kuasa yang seharusnya memberikan pendidikan politik agar tumbuh critikal thinking sebagai warga negara tapi tidak dilakukan karena bagi mereka kemenangan dan keuntungan. Ataukah memang ini sengaja dibuat dan dilestarikan karena efektif utk elektoral? mudahnya ‘kampung ini butuh apa saya penuhi asal dengan imbalan suara’. Politik transaksional inilah yang mengakibatkan penyimpangan dan juga tokoh agama yang terseret pragmatisme dan tafsiran keagamaan atas nama akhlaq tapi menafikan ilmu pengetahuan politik dan sosial sehingga menjadi jumud dan beku. Rasulullah telah menyampaikan bahwa kamu lebih mengetahui urusan duniamu (HR. Muslim).

Baca juga, Meningkatkan Kebaikan dalam Relasi Sosial sebagai Manifestasi Rahmat

Dalam kondisi masyarakat yang dibentuk dan terbentuk realitas sosial dan politik yang anomali itulah pemilu itu di laksanakan dan hasilnya sangat kecewakan meskipun sebagai seorang demokrat kita harus menghormati pilihan rakyat. Namun kondisi ini tetap dibutuhkan oleh semakin banyak orang2 yg memiliki kesadaran, reformasi 98 terjadi ketika kepuasaan terhadap Golkar dan Suharto mencapai 80% lebih namun beberapa bulan kemudian jatuh oleh orang2 yang sedikit tapi mereka kritis dan pintar.

Jadi meski kalah dalam pemilu dengan jarak yang sangat jauh, tapi tak patah oleh arang justru yang sedikit itulah nantinya yang akan menghasilkan perubahan, seperti Muhammadiyah sebuah gerakan ‘baru’ dan karena itu sedikit tapi karena kritis dan cerdas menjadi pelopor perubahan sosial keagamaan umat Islam yang ternyata kemudian diikuti oleh mereka yang dulu justru menentangnya. Kata Bung Karno : berikan aku 10 pemuda maka akan aku rubah dunia.

Lanjutkan keberpihakan pada nilai-nilai agama dan budaya, karena kalau diam maka yang salah itu menjadi benar, kebenaran orang banyak. Kebenaran adalah kebenaran itu sendiri. Perlu bangun kekuatan sebagaimana perintah Allah dalam Qs. Shaaf : 4 agar kita membangun barisan yang teratur kokoh seperti sebuah bangunan yang kokoh, yang dalam ilmu pemerintahan disebut warga negara yang tahu hak dan kewajiban, kritis dan mandiri. Bukan kerumunan-kerumunan orang seperti buih-buih ombak yang mudah diombang-ambingkan ke sana kemari terbentur-bentur karang dipermainkan gelombang oligarki. Teruskanlah perjuangan menjadi Para Penagih Janji dan Penjaga Negeri.

*Ketua MPI PDM Wonosobo

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE