Jalin sinergi, Muhammadiyah wilayah Pati raya adakan silaturahmi

PWMJATENG.COM, Jepara – Pimpinan Muhammadiyah Se Karesidenan Pati duduk membahas isu terkini. Acara ini diikuti oleh pimpinan harian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, Pati, Kudus, Rembang dan Blora. silaturahmi Diselenggarakan di aula SMA Muhammadiyah Mayong pada Ahad, 9/12/18. Hadir Ustadz Jumanto memberi kultum pembukaan. Gerak dakwah Muhammadiyah itu menghantarkan umat ke surga “Kita harus mampu ‘nyuwargani dan nyuwarga’ake’, berusaha sebaik mungkin untuk meraih ridho Allah (nyuwargani), dan membantu menghantarkan umat menuju surga (nyuwarga’ake)” ujarnya.

Dalam forum ini dibahas berbagai isu terkini Muhammadiyah di masing-masing daerah.
Isu politik menjadi bahasan menarik dalam pertemuan ini. Keterwakilan Muhammadiyah dalam kontestasi pemilu dinilai masih minim. “Keberadaan kader menjadi penting sebagai penghubung antara Muhammadiyah dengan legislatif” terang ketua PDM Blora Ngastoyo. Saat ini belum ditemukan suatu konsepsi yang jelas mengenai upaya meraih kekuatan legislatif yang mewakili suara Muhammadiyah. Masih terdapat kecenderungan fragmentasi dalam mengupayakan keterwakilan legislatif.

BACA JUGA  PCM PCA Solo Utara Kobarkan Jihad Ekonomi di Tengah Covid-19

Selain itu forum ini menjadi ajang tukar pikiran mengenainya perkembangan jalannya persyarikatan pada masing-masing pimpinan. Tidak terbatas pada pengembangan amal usaha (AUM) sekolah tapi merambat pula pada dunia kesehatan dan ekonomi. Hampir di setiap daerah terdapat potensi lokal yang layak dikembangkan.

“Telah menjanjikan kepada kami seorang hartawan yang siap memberi tanah seluas 1.3 hektare untuk kami gunakan sebagai perguruan tinggi” jelas Ketua PDM Rembang Anshori Sholih. Dirinya menambahkan telah dilakukan komunikasi dengan UMS, wacana pengembangan kuliah jarak jauh di Rembang” tambahnya. Sementara itu PDM Kudus yang telah melesat dengan berdirinya Universitas Muhammadiyah Kudus berharap terdapat sinergi yang baik antar Pimpinan daerah di sekitar Pati “Saat ini pimpinan universitas sedang berjuang keras untuk mendapatkan mahasiswa, hal ini sebagai konsekuensi dibukanya beberapa jurusan baru. Karena diketahui sebelum masih terbatas prodi kesehatan saja” ungkap Hilal Majdi. Di Jepara sendiri sedang di bangun gedung RS PKU Muhammadiyah Mayong yang setiap harinya diburu pemenuhan persyaratan akreditasi sebagai rumah sakit tipe D.

BACA JUGA  Saat MPLS, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Gunakan Luring dan Daring melalui Protokoler Kesehatan Ketat

Pertemuan yang telah masuk kali ke tiga ini sedianya akan diadakan lagi besok bulan Januari 2019. Menurut KH. Fakhrurrozi, ketua PDM Jepara pertemuan ini bermanfaat untuk saling bersinergi “Kerjasama antar AUM, baik sekolah, Rumah Sakit dan lainnya di Karesidenan Pati, selain itu direkomendasikan untuk dapat lebih intens mengawal angkatan muda dan menjalin komunikasi” ujarnya. Acara ditutup tuan rumah menjamu dengan santapan buah duren khas Jepara. (ARIF)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts