BeritaKabar Dunia

Irak Bangkit dari Keterpurukan! Tapi Tantangan Berat Menanti

PWMJATENG.COM, Irak – Kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI), Jeanine Hennis-Plasschaert, pada Kamis (16/5) menyatakan bahwa meskipun Irak tampaknya sedang bangkit, masih terdapat sejumlah tantangan besar yang harus diatasi.

Berbicara dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Hennis-Plasschaert menjelaskan bahwa tantangan-tantangan tersebut mencakup “korupsi, faksionalisme, impunitas, campur tangan yang tidak semestinya dalam fungsi-fungsi negara, dan aktor-aktor bersenjata yang beroperasi di luar kendali negara.”

“Meskipun pemerintah telah berupaya mengatasi masalah-masalah ini, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi,” ujarnya.

Pada minggu lalu, pemerintah Irak meminta agar PBB mengakhiri misinya di negara tersebut pada akhir tahun 2025. Permintaan ini adalah yang terbaru dari sejumlah badan internasional yang diminta untuk mengakhiri misinya di Irak.

Setelah pernyataan Hennis-Plasschaert, Duta Besar Irak Abbas Kadhom Obaid Al-Fatlawi menegaskan kembali permintaan pemerintahnya. Ia menyatakan, “Pemerintah Irak meminta agar pekerjaan UNAMI diakhiri pada tanggal 31 Desember 2025. Hingga saat itu, UNAMI harus fokus pada penyelesaian pekerjaannya, termasuk reformasi ekonomi, penyediaan layanan, pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan masalah-masalah pembangunan lainnya. UNAMI harus bekerja untuk menyelesaikan likuidasi dan mencapai penarikan yang bertanggung jawab pada tahun 2025.”

UNAMI dibentuk pada tahun 2003 setelah invasi Amerika Serikat yang menggulingkan diktator Saddam Hussein. Misi UNAMI termasuk memfasilitasi dialog di antara berbagai kelompok, membantu logistik pemilu, memantau pelaksanaan hak asasi manusia (HAM), dan mengoordinasikan bantuan di daerah-daerah yang terkena dampak konflik.

Baca juga, Inspiring! The Inauguration of Muhammadiyah Youth Leadership for the Europe and Mediterranean Region in Madrid

UNAMI didirikan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 1500 pada tahun 2003 atas permintaan pemerintah Irak, dan direvisi berdasarkan resolusi 1770 pada tahun 2007. Sejak itu, misi ini diperluas setiap tahun.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis, Hennis-Plasschaert juga menekankan bahwa Irak “sedang menghadapi warisan masa lalu dan banyak tantangan saat ini,” serta memperingatkan bahwa “tidak ada yang tidak bisa diubah.” Ia juga menyampaikan harapan bahwa “meskipun negara ini telah tertatih-tatih, beberapa kali negara ini menemukan cara untuk tidak terjerumus ke dalam jurang, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.”

Irak menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk penanganan korupsi yang meluas dan mengatasi pengaruh kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di luar kendali negara. Meski begitu, pemerintah Irak dan masyarakat internasional berharap dapat terus mendukung upaya pembangunan dan stabilisasi di negara ini.

Hennis-Plasschaert menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa UNAMI akan terus mendukung Irak dalam perjalanan panjang menuju stabilitas dan kemakmuran, meskipun jalan yang harus ditempuh masih panjang dan penuh rintangan.

*Konten ini merupakan kerja sama pwmjateng.com dengan VOA Indonesia

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE