Singkirkan 79 Ribu Pesaing, Mahasiswa UMS Ini Tembus Google Student Ambassador 2026!
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Muhammad Hasbi Assidiqi berdiri tegak di depan sebuah layar proyektor siang itu. Layar tersebut menampilkan kecanggihan teknologi masa kini. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut tidak pernah menduga langkah kakinya akan melangkah sejauh ini.
Hasbi baru saja menuntaskan sebuah misi yang luar biasa. Ia menyisihkan puluhan ribu talenta terbaik dari berbagai daerah. Lewat perjuangan itu, ia mengamankan satu tempat di panggung teknologi dunia. Ia sukses bergabung dalam program bergengsi Google Student Ambassador 2026.
Langkah Nyata Menembus Batas
Layar proyektor di ruang kelas itu memancarkan cahaya biru terang. Layar itu menampilkan tulisan tegas: Gemini 3.5 Flash. Di depannya, Muhammad Hasbi Assidiqi berdiri dengan gestur tangan yang dinamis. Ia membagikan energi positif kepada rekan-rekan mahasiswanya.
Di balik ketenangannya memaparkan materi hari itu, ada sebuah perjalanan panjang. Perjalanan tersebut penuh dengan debaran serta kerja keras yang luar biasa. Pemuda yang akrab disapa Hasbi ini baru saja melewati fase mendebarkan. Fase itu menguji kapasitasnya dalam kehidupan akademis.
Ia harus berhadapan dengan gelombang pendaftar yang sangat masif. Para pesaingnya datang dari berbagai penjuru tanah air. Berbekal keyakinan kuat, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UMS ini nekat mendaftarkan diri. Ia membidik satu tempat dalam program beasiswa bergengsi tersebut.
Langkah awalnya dimulai dari tiga tahapan seleksi yang menguras energi. Hasbi dengan teliti menyusun seluruh berkas administrasi. Ia merangkai kalimat demi kalimat dalam motivation letter. Tidak lupa, ia menata portofolio digital mahasiswa miliknya secara rapi.
Selanjutnya, ia juga merekam video motivasi secara mandiri. Ia mengunggah video presentasi tersebut ke kanal YouTube. Pada tahap akhir, ia menuntaskan tantangan promosi AI di media sosial.
Menyaring Ribuan Mimpi Anak Bangsa
Kejutan besar akhirnya datang saat pengumuman resmi rilis. Dari total sekitar 81 ribu pendaftar, panitia hanya meloloskan sekitar 2.000 peserta. Luar biasanya, delapan kursi berharga berhasil didapatkan oleh delegasi UMS.
Selain Hasbi, ada tujuh nama mahasiswa lainnya. Mereka adalah Airlangga Pradana Prakusa, Devina Maheswari, dan Aini Nur Laila. Ada juga Yumna Safinatunnajah, Najwa Rafefya Asyla, Selviana Uswatun Khasanah, serta Yuanda Eka Saputra.
Keberhasilan kolektif ini menjadi sebuah pembuktian besar. Mahasiswa UMS berprestasi mampu berdiri sejajar di panggung elite nasional. Mereka membawa nama harum kampus lewat Google Student Ambassador 2026.
“Program ini terbuka untuk semua jurusan. Jadi bukan hanya dari rumpun teknologi,” ujar Hasbi dengan mata berbinar.
Ia menambahkan bahwa seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama. Mahasiswa dari berbagai bidang ilmu bisa mengikuti seleksi Google Student Ambassador. Kompetisi mahasiswa nasional ini memang sangat inklusif.
Mengejar Level Trailblazer demi Kantor Google Dunia
Perjuangan Hasbi tidak langsung berhenti setelah menerima atribut resmi. Program yang bergulir sejak Januari hingga Agustus 2026 ini menuntut konsistensi. Para duta teknologi harus terus menanjak melalui sistem peringkat.
“Setelah lolos, masih ada jenjang pengembangan lagi. Ada level Rising Star, Achiever, hingga Trailblazer,” papar Hasbi menjelaskan dinamika program.
Menurutnya, tingkatan level menentukan besarnya kesempatan peserta. Level yang lebih tinggi membuka peluang berkunjung ke kantor Google di luar negeri.
Demi menembus level tertinggi, Hasbi rajin merancang konten edukatif. Ia mengulas dunia kecerdasan buatan di media sosialnya. Lewat konten itu, ia mengampanyekan pemanfaatan AI secara bijak.
Ia mengupas tuntas penggunaan Gemini AI hingga proyek digital lainnya. Aktivitas positif ini ia imbangi dengan menggelar forum edukasi. Ia mengadakan berbagai workshop langsung di lingkungan kampus tercinta.
Baginya, pengalaman paling berharga adalah ruang perjumpaan dengan talenta hebat. “Saya bisa bertemu mahasiswa dari berbagai daerah dengan semangat belajar yang tinggi,” ungkapnya tulus.
Lingkungan positif seperti itu sangat membantu Hasbi untuk berkembang. Forum tersebut juga sukses membuka wawasan baru bagi dirinya.
Refleksi Pemanfaatan AI secara Bijak untuk Masa Depan
Pencapaian luar biasa dalam Google Student Ambassador 2026 ini membawa esensi mendalam. Prestasi ini bukan sekadar tentang deretan fasilitas mewah atau gengsi semata. Ini juga bukan hanya tiket gratis menuju kantor Google luar negeri.
Kisah perjalanan Muhammad Hasbi Assidiqi adalah sebuah refleksi berharga. Cerita ini menggambarkan bagaimana generasi muda hari ini merespons disrupsi zaman.
Kecerdasan buatan sering kali memicu kecemasan akan hilangnya peran manusia. Namun, Hasbi justru membuktikan hal yang sebaliknya. Ia menunjukkan bahwa teknologi adalah mitra, bukan pengganti kita.
Melalui konsistensi merawat portofolio digital mahasiswa, ia menginspirasi anak muda lain. Kampanye pemanfaatan AI secara bijak yang ia lakukan menitipkan pesan penting.
Masa depan tidak tunduk pada kecanggihan mesin yang kita gunakan. Sebaliknya, masa depan bergantung pada integritas dan kebijaksanaan manusia yang mengendalikannya.
Kontributor: Fika
Editor: Alafasy



