Berita

Hizbul Wathan Muhammadiyah Resmi Jadi Tolok Ukur Kinerja Kepala Sekolah di AUM

PWMJATENG.COM, KUDUS – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah kini memegang peranan krusial sebagai indikator utama dalam penilaian kinerja kepala sekolah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Organisasi ini bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler tambahan bagi siswa. Pimpinan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Blora secara tegas mewajibkan setiap kepala sekolah menggerakkan organisasi otonom ini secara aktif.

“Kepala Sekolah wajib menggerakkan Hizbul Wathan, IPM, dan Tapak Suci sebagai salah satu ukuran penilaian dalam PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah),” ujar Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Blora.

Kebijakan tersebut bertujuan memastikan setiap satuan pendidikan Muhammadiyah memiliki standar pembinaan karakter yang seragam. Selanjutnya, kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas keaktifan ketiga ortom tersebut di lingkungan sekolah masing-masing.

Foto bersama seluruh peserta Konsolidasi Rutin Hizbul Wathan se-Karesidenan Pati setelah acara usai.
Seluruh pimpinan dan perwakilan Kwartir Daerah se-Pati Raya melakukan foto bersama dengan tanda kepanduan, menandai akhir yang sukses dari forum konsolidasi di UMKU

Kawah Candradimuka Generasi Muda

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Muhammadiyah Jawa Tengah, Ramanda Taufiq, menekankan pentingnya konsistensi dalam perkaderan. Ia menyoroti tanggung jawab besar HW dalam mencetak generasi yang tangguh sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Hizbul Wathan memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi yang kuat. Organisasi ini merupakan kawah candradimuka perkaderan umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” tegas Ramanda Taufiq.

Oleh karena itu, ia mendorong setiap Kwartir Daerah agar menyusun program yang terstruktur dan terukur. Standarisasi ini mencakup seluruh jenjang, mulai dari Tunas Athfal hingga tingkat Penuntun.

Integrasi Nilai dalam Kehidupan

Selain aspek manajerial, integritas menjadi ruh utama dalam setiap pergerakan kader. Ramanda Taufiq mengingatkan pentingnya implementasi Undang-Undang HW ke-10 yang menekankan kesucian dalam hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan.

“Sebagai penggerak Hizbul Wathan, kita harus menjaga integritas. Sedikit bicara, banyak bekerja, dan banyak bergerak sebagaimana pesan yang terkandung dalam bait terakhir Mars Hizbul Wathan,” pesannya.

Sebagai langkah konkret, Kwartir Daerah se-Pati Raya kini bersiap menggelar Mahrojan Penghela 2026 di Blora. Agenda besar ini akan menjadi wahana pengembangan keterampilan kepanduan sekaligus sarana mempererat ukhuwah antar-kader di Jawa Tengah.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan gerakan kepanduan yang lebih sistematis. Sinergi antara kebijakan sekolah dan semangat para kader di lapangan nantinya akan menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan karakter di masa depan.

Kontributor: Taufiq
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *